Divaksin 17 Kali, Ini yang Dirasakan Joki Vaksin Abdul Rahim

Pengambilan sampel darah sang joki vaksin, Abdul Rahim
Sumber :
  • tvonenews.com

VIVA – Abdul Rahim, pria yang diamankan Polres Pinrang setelah videonya viral mengaku menjadi joki vaksin Covid-19 membeberkan kondisi yang dialaminya setelah menerima vaksin sebanyak 17 kali. 

img_title Kapolri Jenderal Suyudi Resmikan Desk Ketenagakerjaan di 14 Polda dan 35 Polres

"Agak keram (kebas) tapi saya acuhkan dan badan agak lemas tapi tidak berlangsung lama," ujar Abdul Rahim yang ditemui tvOnenews.com di Mapolres Pinrang, Selasa malam, 21 Desember 2021. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semoga tidak ada dampaknya pak, karena saya hingga saat ini tidak merasakan dampak aneh di badanku,” lanjut Abdul Rahim menambahkan. 

img_title 7 Polisi di Samosir Diperiksa Propam Buntut Tuduh Pria Curi Besi Hingga Merangkak Tanpa Busana

Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan datang ke Mapolres Pinrang untuk mengambil sampel urine dan darah Abdul Rahim. Hal ini dilakukan untuk meneliti dampak dari menjalani vaksinasi sebanyak 17 kali. 

"Kami mengambil sampel darah dan urine bersangkutan untuk diteliti," kata Kabid Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit atau P2P dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Selatan, Muhammadong.

img_title Malam-malam Pria Bersimbah Darah Ditemukan di Sawah Besar, Polisi Ungkap Hal Mengejutkan

Sebelumnya, Abdul Rahim membuat geger dengan video pengakuan yang mengatakan menjadi joki vaksin untuk orang lain, yang hanya ingin mendapatkan sertifikat atau kartu vaksin telah divaksin Covid-19. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku sudah mendapatkan 17 suntikan vaksin dengan bayaran Rp100 ribu hingga Rp800 ribu sekali suntik vaksin.

Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut