Rektor UIN Yogyakarta Minta Proses Hukum Penendang Sesajen Disetop

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Al Makin saat ditemui di kantornya, Yogyakarta, Jumat, 14 Januari 2022.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Al Makin saat ditemui di kantornya, Yogyakarta, Jumat, 14 Januari 2022.
Sumber :
  • ANTARA/Luqman Hakim

VIVA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, berharap proses hukum terhadap HF penendang sesajen di area Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dihentikan.

"Saya menyerukan agar segera proses hukum ini sebaiknya dihentikan dan sebaiknya kita maafkan," kata Al Makin saat konferensi pers di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat, 14 Januari 2022.

Menurut Al Makin, dibandingkan kasus yang menjerat HF, banyak pelanggaran lain yang lebih berat terkait dengan kaum minoritas namun tidak masuk ke ranah hukum.

"Banyak sekali kasus yang lebih berat. Saya sendiri punya datanya yang lengkap: pelanggaran rumah ibadah, pelanggaran kepada minoritas, pembakaran--tidak semuanya masuk ranah hukum," katanya.

Data pelanggaran itu ia dapatkan saat masih menjadi peneliti keragaman hampir di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dengan meneliti kelompok minoritas pengikut Lia Eden, Gafatar, Ahmadiyah, hingga kelompok-kelompok aliran kepercayaan.

"Banyak sekali dari kelompok-kelompok minoritas itu menderita karena kita sendiri dan ternyata itu tidak semuanya masuk pengadilan. Maka sungguh tidak adil jika hanya seorang saja yang mungkin khilaf kemudian diproses hukum bagi saya kurang bijak," kata Al Makin.

Tersangka HF (memakai topi hitam) usai menjalani pemeriksaan di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya.

Tersangka HF (memakai topi hitam) usai menjalani pemeriksaan di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya.

Photo :
  • VIVA/Nur Faishal