Fakta Mengejutkan Tan Paulin Disebut 'Ratu Batu Bara' Kalimantan Timur

Ilustrasi Pertambangan Batu Bara (Sumber Gambar : wallpaperbetter)
Ilustrasi Pertambangan Batu Bara (Sumber Gambar : wallpaperbetter)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Nama Tan Paulin kembali mencuat ke permukaan usai diperbincangkan dalam rapat kerja DPR RI bersama dengan Kementerian ESDM. Rapat kerja yang dilaksanakan oleh Komisi VII DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sempat memanas. Salah satu pemantiknya adalah nama Tan Paulin, seorang trader batu bara yang namanya kembali diperbincangkan usai krisis pasokan batu bara domestik. Sosok perempuan ini sebenarnya belum banyak dibahas oleh media di Indonesia, sehingga membuat publik penasaran. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Nasir mengatakan bahwa pemerintah tidak becus dalam mengawasi pasokan batu bara sampai terjadi kasus krisis pasokan batu bara domestik. Ia mengatakan bahwa ada sosok Ratu Batu Bara di Kalimantan Timur yang sering mengambil hasil tambang tersebut dan kemudian tidak melaporkan kepada pemerintah. Tan Paulin juga disebut merugikan pemerintah yang mana infrastruktur Kalimantan Timur Rusak. Nah, menyadur dari VIVA dan sumber lain, berikut adalah ulasan mengenai Tan Paulin. 

Lalu, Siapa Sosok Tan Paulin?

Meski beberapa kali namanya muncul di media, tak banyak memang informasi mengenai sosok Tan Paulin. Dihimpun dari berbagai sumber, Tan Paulin merupakan seorang pengusaha (trader) asal Surabaya. Ia merupakan istri dari pengusaha Irwantono Sentosa, pemilik PT Sentosa Laju Energy. Tan Paulin juga menjabat beberapa posisi penting di beberapa  perusahaan tersebut.

1. Tanggapan Tan Paulin Terhadap Tuduhan Anggota DPR

Ilustrasi Pertambangan Batu Bara (Sumber Gambar : wallpaperbetter)

Ilustrasi Pertambangan Batu Bara (Sumber Gambar : wallpaperbetter)

Photo :
  • vstory

Lewat kuasa hukumnya yang bernama Yudistira S.H, Tan Paulin mengatakan bahwa tuduhan yang dilayangkan kepadanya oleh Muhammad Nasir sangat merugikan dirinya dan jauh dari kebenaran lantaran tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada. Ia juga menegaskan bahwa menurut fakta hukum yang sebetulnya, ia adalah seorang pengusaha yang membeli batu bara dari tambang pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) resmi.