Pascagempa Tektonik, Lebak Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat, 14 Januari 2022.
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat, 14 Januari 2022.
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

VIVA – Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menetapkan status tanggap darurat gempa tektonik bermagnitudo 6,6 yang terjadi Jumat, 14 Januari 2022, hingga mengakibatkan sebanyak 273 rumah mengalami kerusakan.
 
"Penetapan tanggap darurat itu diberlakukan hingga 14 hari ke depan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan status tanggap darurat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 360/Kep.39-BPBD/2022.

Penetapan surat keputusan itu langsung ditandatangani oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Rumah rusak akibat gempa di Sumur, Banten.

Rumah rusak akibat gempa di Sumur, Banten.

Photo :
  • Dok. Polsek Sumur

Guncangan bencana gempa tektonik yang berpusat di Perairan Sumur Kabupaten Pandeglang cukup besar hingga mengakibatkan kerusakan rumah di Kabupaten Lebak.

Saat ini, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 273 unit rumah yang mengalami kerusakan dan 16 unit di antaranya rusak berat.

Bencana gempa bumi yang berlangsung selama empat detik itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun masyarakat tetap waspada guna mengurangi risiko kebencanaan.
 
Sebab, potensi bencana alam di Kabupaten Lebak di antaranya banjir, longsor, angin puting beliung, gempa juga tsunami karena kondisi alamnya terdapat pegunungan, perbukitan, aliran sungai dan pesisir pantai.

Karena itu, BPBD Lebak hingga kini terus mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi mitigasi agar masyarakat dapat menyelamatkan diri jika terjadi bencana alam.