Lima Polisi di Medan Dipecat karena Penggelapan Uang dan Narkoba

Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak
Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengaku telah memecat lima personel Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Medan yang diduga menyalahgunakan wewenang dan narkotika.

Kelima personel yang diberhentikan, antara lain Bripka Rikardo Siahaan, Iptu Toto Hartono, Aiptu Matredy Naibaho, Aiptu Dudi Efni, dan Aipda Marjuki Ritonga. Mereka diduga melakukan menggelapkan uang Rp1,5 miliar dari sebuah rumah yang awalnya dicurigai sebagai rumah bandar narkoba di Kota Medan.

"5 terdakwa sudah PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat), sudah saya tanda tangani dan sudah dipecat," kata Panca kepada wartawan di Kota Medan, Senin, 17 Januari 2022.

Perkara kelima polisi itu sudah diproses di Pengadilan Negeri Medan. Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum,  kelima oknum polisi awalnya berniat untuk menggrebek terduga bandar narkoba bernama Jusuf alias Jus di rumahnya di Jalan Menteng VII, Gang Duku, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, 3 Juni 2021.

Namun, saat penggeledahan kelima terdakwa tidak menemukan narkoba melainkan uang senilai Rp1,5 miliar di dalam tas. Uang itu mereka bawa ke Markas Polrestabes Medan.

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

Photo :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

Dalam kasus ini, terjadi penggelapan uang yang dilakukan kelima terdakwa. Uang yang dikembalikan kepada Imayanti, istri Jus, sebesar Rp850 juta sedangan Rp650 juta sisanya dibagi-bagi.