UIN Surabaya Telusuri Kabar Viral Pelecehan Seksual di Kampusnya

Tampakan layar postingan akun Instagram @uinsa.garis.lurus tentang dugaan pelecehan seksual di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur.
Tampakan layar postingan akun Instagram @uinsa.garis.lurus tentang dugaan pelecehan seksual di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Akun Instagram @uinsa.garis.lurus bikin heboh lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur. Musababnya, akun tersebut mengunggah informasi adanya dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus tersebut.

Setidaknya dua unggahan yang diposting @uin.garis.lurus dan menyasar UINSA, dua-duanya diberi pesan ‘UINSA Darurat Kekerasan Seksual’. Unggahan pertama diunggah 2 Januari 2022 lalu. Namun, tidak dijelaskan di unggahan itu kronologi peristiwa dimaksud. “Ingat, ini belum selesai,” tulis akun itu.

Unggahan kedua diunggah pada 14 Januari 2022. "Setelah attention yang kami gaungkan pekan lalu. Tepat hari ini, pukul 20.00 Wib, kami akan memfollow up/menindaklanjuti dan mengawal bersama @psga.uinsa terkait kasus kekerasan seksual berdasarkan data/laporan yang kami terima dari penyintas. Kawan, ini belum selesai!,” isi pembuka unggahan.

Kendati belum jelas betul, Rektor UINSA Masdar Hilmy langsung merespons itu dengan membentuk tim untuk menelusuri kebenaran yang disuarakan oleh @uinsa.garis.lurus di media sosial. Masdar sampai sekarang belum menerima laporan terkait kejadian itu.

Ilustrasi pelecehan seksual.

Ilustrasi pelecehan seksual.

Photo :
  • Unsplash

"Kami sudah ada kode etik mahasiswa dan dosen, cuma kami tidak bisa menindak karena kami belum menerima laporan hingga saat ini," kata Masdar dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 18 Januari 2022.

Namun demikian, dia mengaku telah membentuk tim untuk mendalami dan menelusuri kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Dalam hal ini dia meminta Wakil Rektor III untuk turun tangan. “Kami ingin hati-hati pada kasus yang beredar. Saya tidak menampik keviralan ini, tapi kami tidak mau terperangkap," ujarnya.