Ironi, 35 Anak di Bawah Umur di Papua Jadi Korban Kekerasan Seksual

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura Miryam Soumilena.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura Miryam Soumilena.
Sumber :
  • VIVA/Aman Hasibuan

VIVA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Jayapura, Papua, semakin meningkat. 

Bahkan, berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura, sepanjang tahun 2021 tercatat ada 35 anak yang menjadi korban kekerasan seksual, dan 25 kasus kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga akibat Minuman Keras (Miras).

“Kekerasan seksual pada anak-anak di bawah umur ini, rata-rata semua terjadi lantaran dipicu akibat minuman keras, dan yang paling terbanyak adalah kekerasan pemerkosaan anak,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura Miryam Soumilena, Jumat, 21 Januari 2022.

Ia menjelaskan, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang paling banyak adalah kasus pemerkosaan, disusul dengan kekerasan karena miras, dan juga kasus kekerasan karena orang tua mengabaikan anak. 

“Ini sangat disayangkan terjadi begitu banyak di Tahun 2021 di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Lanjut Miryam, dari 35 kasus kekerasan anak itu, yang telah diselesaikan ada 29 dan 6 kasus yang belum diselesaikan dalam penanganan di Polres Jayapura.

"Jadi kami bersama polisi lakukan penyelesaian, karena mereka sebagian langsung lapor ke polisi,” ungkapnya.