Rumah Mahrodin Akhirnya Ambruk usai Diguncang Tiga Kali Gempa

Rumah milik Mahrodin, warga Kampung Cimapag, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk usai diguncang gempa M3,5 yang berpusat 22 km tenggara Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 21 Januari 2022.
Rumah milik Mahrodin, warga Kampung Cimapag, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk usai diguncang gempa M3,5 yang berpusat 22 km tenggara Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 21 Januari 2022.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Satu keluarga di Kampung Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa mengungsi ke sanak keluarganya dikarenakan rumahnya roboh akibat terdampak getaran dari gempa bumi bermagnitudo (M) 3,5 yang berpusat di 22 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 22 Januari 2022.

"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa robohnya satu unit rumah yang berada di RT 004/005, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas akibat terdampak getaran gempa bumi," kata Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Nanang Sudrajat.

Menurut Nanang, robohnya rumah permanen dengan panjang 7 meter dan lebar 4,5 meter milik Mahrodin (52) merupakan rentetan dari tiga kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitar.

Rumah itu mulai rusak setelah diguncang gempa M6,6 yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegelang, Banten, pada sore 14 Januari. Namun getaran gempa hanya mengakibatkan kerusakan ringan dan rumah itu masih bisa dihuni.

Ilustrasi - Seismograf, alat pencatat getaran gempa.

Ilustrasi - Seismograf, alat pencatat getaran gempa.

Photo :
  • ANTARA

Kerusakannya bertambah parah setelah diguncang gempa bermagnitudo 5,4 pada pagi 17 Januari yang berpusat di Kabupaten Bayah, Banten. Sebagian ruangan rumah itu ada yang roboh dan sebagian penghuninya mengungsi karena kondisi rumah tidak layak.

Puncaknya pada pagi 21 Januari. Rumah itu akhirnya roboh usai diguncang gempa M3,5 pada pukul 08.25 WIB. Meskipun getaran yang dirasakan sangat kecil, bahkan banyak warga yang tidak merasakan, tetapi karena kondisi rumah yang sudah rapuh akhirnya rata dengan tanah.