Kapolda Sumut: Kapolrestabes Medan Dicopot Karena Langgar Kode Etik

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat beri keterangan pers
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat beri keterangan pers
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Pencopotan Kombespol Riko Sunarko dari jabatan Kapolrestabes Medan ditegaskan bukan karena kasus suap bandar narkoba yang ramai sebelumnya, melainkan pelanggaran kode ketik sebagai pejabat tinggi di kepolisian.

Kapolda Sumatera Utara Irjenpol RZ Panca Putra Simandjuntak menjelaskan dalam persidangan kasus dugaan suap dari badar narkoba, Kombes Riko Sunarko tidak terbukti memerintahkan penggunaan sisa uang Rp160 juta dari istri bandar narkoba, yang sebelumnya diketahui berdasarkan keterangan saksi Bripka Ricardo Siahaan di sidang pada Selasa 11 Januari 2022 lalu. 

Dalam kasus ini panca jelaskan Propam Polri masih memeriksa sebanyak 12 orang saksi terkait kasus dugaan suap. "Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan," ujar Panca dalam keterangannya Sabtu 22 Januari 2022.

Baca juga: Kepincut Janda dan Ingin Dinikahi, Agus Nekat Jadi TNI Gadungan

Panca jelaskan, pemeriksaan Propam terhadap Kombespol Riko mengeluarkan hasil bahwa Riko tidak terlibat dalam dugaan kasus suap bandar narkoba tersebut, Kombes Riko juga tidak terbukti memerintahkan agar sisa uang Rp160 juta digunakan untuk press release, membeli sepeda motor.

"Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba, agar tidak ditahan," ujarnya.

Sementara untuk pembelian sepeda motor yang kemudian diberikan kepada anggota TNI yang ikut berpartisipasi mengungkap kasus narkoba, Panca mengatakan, hasil pemeriksaan Propam, diketahui Riko mengeluarkan dana pribadinya yang kemudian digabungkan dengan dana milik Kasat narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan, hasil urunan kedua pejabat polisi tersebut untuk membeli sepeda motor yakni sebesar Rp13 juta.