Pengacara Korban Akta Palsu di Medan Ancam Demo di Istana Negara

Jong Nam Liong (kanan), korban dugaan akta palsu, didampingi pengacaranya, Longser Sihombing (kiri, mengenakan kemeja dan dasi), saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan, Senin, 24 Januari 2022.
Jong Nam Liong (kanan), korban dugaan akta palsu, didampingi pengacaranya, Longser Sihombing (kiri, mengenakan kemeja dan dasi), saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan, Senin, 24 Januari 2022.
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memanggil dan memintai keterangan Longser Sihombing, kuasa hukum Jong Nam Liong sebagai korban akta palsu terkait laporan atas tuntutan onslag yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus itu.

Terdakwa dalam kasus ini, David Putra Negoro alias Liem Kwek Liong, dituntut oleh kedua JPU, yakni Chandra Naibaho dan Richard Sihombing, dengan tuntutan onslag di Pengadilan Negeri Medan, beberapa waktu lalu. Majelis hakim lantas menjatuhkan hukuman bebas kepada David Putra Negoro alias Liem Kwek Liong pada 17 Januari 2022.

Tim kuasa hukum korban, Hadi Yanto dan rekan-rekan, membuat laporan kepada Kejaksaan Agung. Laporan diproses dan Hadi diminta keterangan dan klarifikasi oleh Tim Jaksa Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin, 24 Januari 2022.

"Kami diundang dan menghadiri undangan oleh pelaksana Asisten Pengawasan Kejati Sumut. Sebenarnya tanggal 19 yang lalu, karena saya sibuk di Kejaksaan Agung, ke Puspen (Pusat Penerangan Kejaksaan Agung), Jamwas (Jaksa Agung Muda Pengawasan), maka saya bilang ... kita hadiri hari Senin, 24 Januari 2022," kata Longser Sihombing kepada wartawan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan.

Menyikapi putusan bebas terhadap kedua terdakwa, Longser mendesak Kejaksaan Tinggi menangani perkara itu untuk mendaftar kasasi di PN Medan sehingga tercipta rasa keadilan bagi korban dengan upaya hukum selanjutnya.

"Ini Kejati Sumut juga terlambat, terlena, atau main-main. Karena dianggap klien kami enggak punya harga diri. Karena mungkin klien saya miskin, enggak tahu apa-apa. Saya sebagai pengacaranya, terutama saya hadir di sini, memohon ... kalau [kasasi] sampai besok tidak didaftarkan di PN Medan, atas putusan bebas saudara terdakwa David Putra negoro alias lim kwek liong, kami mohon kepada Bapak Jaksa Agung agar Jampidum Kejagung, Kepala Kejati Sumut, dan Kajari Medan dicopot dan diperiksa," kata Longser.

Pengecara korban dugaan pemalsuan akta Jong Nam Liong, Longser Sihombing.

Pengecara korban dugaan pemalsuan akta Jong Nam Liong, Longser Sihombing.

Photo :
  • VIVA/Putra Nasution