Usai Ekstradisi RI-Singapura, KPK Akan Panggil Tersangka Korupsi E-KTP

Plt Jubir KPK Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan langsung berkoordinasi untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos. Koordinasi dilakukan usai adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.

Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, KPK berharap, agar otoritas Singapura membantu memudahkan dalam memeriksa tersangka mega korupsi e-KTP itu.

"Terkait dengan perjanjian ekstradisi ini, kami nanti akan koordinasi lebih lanjut dengan Kemenkumham, Kementerian Luar Negeri, bagaimana kemudian penanganan perkara yang sedang kami lakukan penyidikan ini diharapkan bisa selesai," kata Ali dalam keterangannya, Rabu 26 Januari 2022.

Baca juga: Belanja PUPR 2021 Capai 94,4 Persen, Ini Rinciannya

Ali berharap dengan perjanjian ekstradisi ini bisa memudahkan KPK dalam memanggil Tanos dan saksi lainnya yang berada di Singapura. KPK selama ini kesulitan dalam memeriksa tersangka maupun saksi di Singapura lantaran belum adanya perjanjian ekstradisi.

"Bagaimana kemudian tersangka juga bisa dilakukan pemeriksaan ataupun saksi-saksi yang tidak berada di Indonesia juga nanti bisa dikoordinasikan lebih lanjut," ungkapnya.

Sebelumnya, KPK menyambut baik dan mendukung penuh penandatanganan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura. KPK menyebut jika perjanjian tersebut menjadi akselerasi progresif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.