12 Siswa dan Guru Positif COVID-19, SMA di Solo Ini Setop PTM

Petugas menyemprotkan disinfektan di SMA Warga Solo.
Petugas menyemprotkan disinfektan di SMA Warga Solo.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq (Solo)

VIVA – Sebanyak 12 siswa, guru dan karyawan di SMA Warga Solo dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Akibatnya, ratusan siswa, guru dan karyawan harus menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Tak hanya itu, kegiatan pembelajaran tatap muka juga ditiadakan selama empat belas hari.

Pantauan VIVA, suasana di SMA Warga Solo tampak lengang. Tak ada siswa yang masuk sejak kemarin. Kini ruang-ruang kelas itu tampak disemprot disinfektan oleh sejumlah petugas sekolah. Pintu dan jendela tampak dibiarkan terbuka untuk sirkulasi udara usai disemprot.

Tidak adanya PTM menyebabkan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tak hanya siswa, sang guru yang memberikan materi pelajaran kepada siswa juga tidak berada di sekolah tetapi di rumahnya masing-masing.

PTM di SMA Warga Solo ditiadakan imbas ditemukan kasus COVID-19.

PTM di SMA Warga Solo ditiadakan imbas ditemukan kasus COVID-19.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq (Solo)

Kepala Sekolah SMA Warga Solo Purwoto menjelaskan, awal mula munculnya kasus COVID-19 di lingkungan sekolahnya berasal dari salah satu gurunya. Guru yang bersangkutan itu bersama dengan sejumlah siswa dan tenaga pendidik lainnya melakukan pengambilan gambar untuk lomba di salah satu destinasi wisata di Boyolali. Namun sepulang dari lokasi, guru itu mengeluhkan rasa sakit.

“Pulang dari Boyolali, pak guru itu merasakan demam dan pusing. Bagi kami sebetulnya guru yang bersangkutan biasa seperti itu sih. Dia juga sering periksa di rumah sakit dan langganan rumah sakit tersebut. Setelah diobservasi, Senin itu Puskesmas Purwodiningratan memberitahukan jika guru tersebut terkonfirmasi positif,” katanya saat ditemui di sekolahnya, Kamis, 27 Desember 2022.

Selanjutnya, Purwoto menambahkan, pihak Puskesmas Purwodiningratan langsung melakukan tracing dengan meminta kontak erat dari guru yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menyebutkan terdapat delapan siswa, dua karyawan dan dua guru yang merupakan kontak erat dari guru bersangkutan.