Hakim PN Lhokseumawe Tolak Permohonan Suntik Mati Nelayan Aceh

Hakim membacakan amar putusan permohonan suntik mati diajukan di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Aceh, Kamis, 27 Januari 2022.
Hakim membacakan amar putusan permohonan suntik mati diajukan di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Aceh, Kamis, 27 Januari 2022.
Sumber :
  • ANTARA/Dedy Syahputra

VIVA – Hakim tunggal Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Aceh, menolak permohonan suntik mati atau eutanasia yang diajukan seorang nelayan di daerah itu.

Putusan penolakan permohonan suntik mati dibacakan hakim tunggal Budi Sunanda pada sidang di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Kamis, 27 Januari 2022.

Pemohon suntuk mati Nazaruddin Razali (59), warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tidak hadir ke persidangan, namun diwakili penasihat hukumnya Safaruddin.

"Menolak permohonan suntik mati yang diajukan pemohon Nazaruddin Razali, mengingat dan menimbang tidak ada aturan atau dasar hukum yang mengatur tentang permohonan tersebut," kata Budi Sunanda membacakan amar putusannya.

Hakim Budi Sunanda mengatakan suntik mati melanggar hak asasi manusia karena sebagai upaya perbuatan menghilangkan nyawa seseorang dan merupakan tindak pidana yang diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Permohonan suntik mati atau eutanasia adalah suatu tindakan dilarang di Indonesia dan juga dilarang agama. Oleh karena itu, permohonan suntik mati diajukan pemohon ditolak," ujar hakim.

Ilustrasi jarum suntik

Ilustrasi jarum suntik

Photo :
  • Pixabay