Klaster Sekolah di Malang Tinggi, Didominasi Pelajar Siswa SMA

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 untuk pelajar.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 untuk pelajar.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Kasus penyebaran COVID-19 di Kota Malang kembali melonjak. Ironisnya sejumlah sekolah terpaksa kembali daring hingga pembelajaran tatap muka 50 persen karena ditemukan kasus penyebaran COVID-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menyampaikan setidaknya laporan yang masuk ada 7 Sekolah Menengah Atas atau setingkat yang terdeteksi menjadi klaster penyebaran COVID-19. Jumlah siswa terpapar mencapai puluhan orang. 

"Kalau yang lanjutan setelah kasus di MAN 2 Kota Malang ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 6, SMA Negeri 4, SMA Negeri 8, SMA Negeri 10, dan SMK Telkom," kata Husnul, Selasa, 8 Februari 2022.

Husnul mengatakan, ada banyak faktor penyebab klaster sekolah didominasi oleh SMA, SMK dan MAN. Karena ditemukan laporan bahwa siswa tidak disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Selain itu, usia yang beranjak dewasa membuat mobilitasnya cukup tinggi. 

"Ya, banyak faktor. Salah satunya protokol kesehatannya kurang disiplin, yang kedua mungkin karena sudah dewasa dari mobilisasinya bisa," ujar Husnul.

Vaksinasi pelajar di Bandung, Jabar, Kamis, 23 September 2021.

Vaksinasi pelajar di Bandung, Jabar, Kamis, 23 September 2021.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Adi Suparman (Bandung)
 

Dia menambahkan, sesuai aturan surat keputusan bersama 4 menteri dan surat edaran Wali Kota Malang, jika ditemukan kasus COVID-19 di sekolah langsung dilakukan tracing dan testing kepada warga sekolah. Selanjutnya, tracing dan testing dilakukan kepada orang-orang kontak erat termasuk keluarga dan kerabat. 

Halaman Selanjutnya
img_title