Ridwan Kamil Pamer Artificial Intelligence: Provinsi Lain Masih Lelang
- VIVA/M Ali Wafa
"Hasil evaluasi inilah yang menjadi big data oleh komputer. Jadi, pada saat diperlukan: 'Hei, komputer, Gubernur Jabar butuh [kepala] dinas pendidikan'. Si komputer jawab sendiri: hasil evaluasinya keluar tiga nama kandidat di box 9, yang dievaluasi harian, muncul tiga nama," katanya.
Model seperti itu, menurut Ridwan, jauh akurat dan objektif, tidak seperti metode lama yang memungkin seorang pejabat dinilai baik oleh pimpinannya tetapi dia ternyata menindas aparatur di bawahnya. "Misalnya, ada kepala dinas, di mata gubernur bagus, tapi nginjek--ABS (asal bapak senang). Kalau enggak ada evaluasi dari bawah, kan enggak ketahuan."
"Nah, kalau ada evaluasi 360 derajat, ketahuan semua: bagus kata atas, bagus kata temennya/kolega, dan harus bagus juga kata bawahan," ujarnya, menjelaskan keunggulan metode teknologi kecerdasan buatan.