Respon Putra DN Aidit Soal Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Ilham Aidit, putra tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit
Sumber :
  • Antara/ Ismar Patrizki

VIVA – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengizinkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI), untuk mendaftar sebagai anggota TNI. Karena menurutnya, dalam TAP MPRS Nomor 25 tahun 1965, tidak ada menyebutkan larangan untuk keturunannya.

img_title Dua Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi Dana BNPB, Begini Respons Mabes TNI

Menyikapi hal ini, anak keempat tokoh PKI Dipa Nusantara atau DN Aidit, yakni Ilham Aidit angkat bicara. Ilham menilai, keputusan itu bukan untuk membela keturunan PKI dan membiarkan paham komunis menyebar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pernyataan Jenderal Andika itu jelas bukan untuk memihak atau membela anak PKI atau bahkan mendukung komunisme," ujar Ilham dalam pesannya, Rabu 6 April 2022.

img_title KPK Blak-blakan! Sebut Ada 2 Prajurit TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi BNPB

Menurutnya, dalam TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1965, hanya membahas mengenai pembubaran PKI dan larangan menyebarkan paham komunisme.  

"Sama sekali tak menyebutkan larangan anak-anak PKI untuk mendaftar dan menjadi anggota TNI, dan lain-lain," katanya.

img_title TNI AU Siapkan Jurus Baru Lawan Karhutla, 1,2 Ton Es Kering Dikirim ke Kalimantan

"Pernyataan Jenderal Andika selaku Panglima TNI, justru memperlihatkan jiwa kenegarawanan beliau dalam melihat kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau pastilah tak memihak komunisme tapi justru beliau adalah seorang militer yg mengerti dan taat hukum, nasionalis sekaligus humanis," jelas Ilham.

Dia mengatakan, tak ada aturan perundang-undangan yang melarang keturunan hingga keluarga eks PKI untuk menjadi bagian dari TNI. Termasuk tak ada larangan menjadi PNS dan tenaga pengajar atau profesi lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada begitu banyak salah persepsi, ketika orang mengaitkan TAP MPRS Nomor 25/1965 dikaitkan dengan keturunan atau keluarga PKI," terangnya.

Presiden Prabowo Subianto Berpidato di Sidang Kabinet Paripurna

Diolok-olok Negara Lain soal Karhutla, Prabowo akan Buka Data Perusahaan Asing: Cabut Izinnya!

Melihat sejumlah negara lain mengolok-olok Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Prabowo langsung mengancam akan membuka data perusahaan mereka

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut