BPOM Ungkap Makanan Asing Beredar di Perbatasan dan Kepulauan

Kepala BPOM RI Penny K Lukito memperlihatkan hasil sitaan produk impor yang tidak memenuhi ketentuan jelang Lebaran 2022 dalam agenda konferensi pers di Gedung BPOM RI, Jakarta Pusat, Senin, 25 April 2022.
Kepala BPOM RI Penny K Lukito memperlihatkan hasil sitaan produk impor yang tidak memenuhi ketentuan jelang Lebaran 2022 dalam agenda konferensi pers di Gedung BPOM RI, Jakarta Pusat, Senin, 25 April 2022.
Sumber :

VIVA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito mengungkapkan modus penyelundupan produk pangan impor tidak memenuhi ketentuan (TMK) di Indonesia umumnya menyalahgunakan hubungan kerja sama antarnegara yang saling berbatasan.

"Ada produk impor tanpa izin edar BPOM RI, biasanya kita temukan di perbatasan-perbatasan. Jumlahnya banyak sekali dan dipasarkan hingga kepulauan Nusantara," kata Penny K Lukito saat menyampaikan konferensi pers yang digelar di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika BPOM RI Jakarta Pusat, Senin, 25 April 2022.

Menurut Penny produk pangan impor kemasan di wilayah perbatasan sebetulnya diatur dalam ketentuan hubungan kerja sama antarnegara dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Perdagangan Perbatasan.

Namun ketentuan tersebut juga mengatur seputar jumlah maksimal produk impor serta pemanfaatan barang yang hanya boleh dikonsumsi untuk kebutuhan pribadi.

(Ilustrasi) Aktivitas Ekonomi di Perbatasan Papua-Papua Nugini

(Ilustrasi) Aktivitas Ekonomi di Perbatasan Papua-Papua Nugini

Photo :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Penny mencontohkan, berdasarkan hasil pengawasan pangan tidak memenuhi ketentuan menjelang Lebaran 2022, ditemukan ribuan produk pangan kemasan bermerek Milo Nestle, Quaker, Kraft, biskuit Apollo, dan lainnya yang diselundupkan ke berbagai daerah di Indonesia.
 
Meski sebagian produk tersebut dilengkapi dengan izin edar produksi dari negara asal, tetap disita BPOM RI karena tidak memenuhi ketentuan izin edar di dalam negeri. Produk itu umumnya berasal dari Malaysia dan Singapura.

"Ada produk yang juga diproduksi di Indonesia, seperti dari Malaysia dan Singapura, dibolehkan dalam jumlah tertentu asalkan dikonsumsi sendiri. Tapi kadang masuk dalam jumlah besar dan kami temukan di pulau kecil penyelundupan seperti itu. Kemudian masuk ke pulau-pulau lain di Indonesia," katanya.