BMKG: Kepulauan Sunda Kecil Terjadi Tsunami Lebih dari 22 Kali

Petugas BMKG di pusat pemantauan gempa bumi.
Petugas BMKG di pusat pemantauan gempa bumi.
Sumber :
  • M Nadlir

Subduksi dari megathrust Sumba pada tanggal 19 Agustus 1977 memicu gempa berkekuatan 8,3 yang menimbulkan korban jiwa 158 orang dan lebih dari 1.000 orang hilang.

Ia mengatakan bahwa tsunami yang disebut sebagai silent killer karena tsunami itu tidak ada gempanya terjadi di Waiteba pada tanggal 18 Juli 1979. Hal ini memicu tsunami setinggi 7-9 meter. Menurut keterangan Gubernur Ben Mboi, tercatat 539 orang meninggal dan 364 orang hilang.

"Profil pantai di NTT yang curam juga memicu terjadinya longsoran dan memicu tsunami," kata Daryono.

Selanjutnya, tsunami Flores pada tanggal 12 Desember 1992 menyebabkan kerusakan parah di Flores Timur. Korban meninggal lebih dari 2.500 orang. Hal ini terjadi akibat longsoran di dasar laut

Pada 14 Desember 2021 terjadi gempa signifikan M 7,4. Namun, kata dia, pada saat itu terjadi tsunami kecil karena patahan mendatar.

"Pada saat itu sistem kami mengeluarkan warning tsunami dan ternyata benar, tsunami kecil terjadi di pantai utara Manggarai dan laut Flores Timur. Kalau dicek datanya tsunami di Marapokot 7 cm dan di daerah Reo juga," ujar Daryono.

Namun, bila saat itu patahannya naik, menurut dia, tsunami di NTT dengan kekuatan seperti pada tahun 1992 dapat terjadi kembali. (ant)