Analis Perdagangan Dirjen Daglu Kemendag Tersangka Korupsi Impor Baja

Analis Muda di Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Tahan Banurea tersangka
Analis Muda di Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Tahan Banurea tersangka
Sumber :
  • ANTARA/Laily Rahmawaty

VIVA – Kejaksaan Agung menetapkan Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Tahan Banurea (37) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi impor besi atau baja tahun 2016-2021. Tersangka merupakan aparatur sipil negara (ASN) aktif yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi (Kasi) Barang Aneka Industri di Dirjen Daglu.

"Tim penyidik menetapkan tersangka dalam perkara impor baja dan turunannya atas nama tersangka TB, dulu pernah menjabat Kasi Barang Eka Industri Dirjen Daglu Kemendag sampai 2020, sekarang dia menjabat Analis Muda Perdagangan Impor di Kemendag," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Supardi, di Gedung Bundar, Jakarta, Kamis malam, 19 Mei 2022.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, dalam keterangannya mengatakan, peran tersangka dalam perkara ini, yakni saat menjabat sebagai Kasubag TU di Direktorat Impor Dirjen Daglu Kemendag (2017-2018) melakukan urusan kepegawaian, administrasi keuangan, persuratan, kearsipan, dokumen dan rumah tangga direktorat.

Ia juga meregistrasi surat masuk dan keluar dari Dit Impor termasuk pemberian nomor surat keluar persetujuan impor (PI) dan surat penjelasan (Sujel) periode 2017. "Tersangka menerima sejumlah uang Rp50 juta dari Taufiq sebagai imbalan pengurusan Sujel," kata Ketut.

Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah dalam konferensi pers kasus migor

Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah dalam konferensi pers kasus migor

Photo :
  • Youtube Kejaksaan Agung

Saat menjabat menjabat Kasi Barang Aneka Industri Dit Impor Dirjen Daglu Kemendag periode 2018-2020, tersangka Tahan Banurea berperan memproses draf persetujuan impor besi baja, baja paduan, dan turunannya yang diajukan pelaku usaha/importir.

Setelah ada disposisi Kasubdit Barang Aneka Industri dan Bahan Baku Industri, kemudian Banurea selaku Kasi melakukan pengecekan terhadap permohonan yang masuk serta menyiapkan draf jawaban.

Kasi memberikan paraf pada draf Sujel dan melakukan pengecekan secara berjenjang sampai dengan Direktur kemudian diajukan ke Dirjen Daglu untuk dilakukan pengesahan/tanda tangan, selanjutnya dikirim kepada pelaku usaha/importir.