Kejagung Ungkap Peran Tahan Banurea dalam Kasus Impor Baja

Analis Muda di Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Tahan Banurea tersangka
Analis Muda di Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Tahan Banurea tersangka
Sumber :
  • ANTARA/Laily Rahmawaty

Lalu, Ketut mengatakan Tahan selaku Kasi juga berikan paraf pada draf Sujel dan melakukan pengecekan secara berjenjang sampai dengan Direktur. Kemudian, diajukan ke Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan RI untuk dilakukan pengesahan/tanda tangan.

“Selanjutnya, dikirimkan kepada pelaku usaha/importir,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Tahan juga pernah diajak Kasubdit Barang Aneka Industri (MA) untuk mengetik konsep Sujel yang disampaikan secara langsung/lisan oleh Dirjen Daglu Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) perihal penjelasan pengeluaran barang.

“Mengenal dan pernah bertemu dengan BHL karena dikenalkan oleh almarhum Chandra di Lobby Kementerian Perdagangan RI tahun 2018," jelas Ketut.

Adapun, penetapan tersangka terhadap Tahan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-23/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 19 Mei 2022. Saat ini, Tahan dilakukan penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mulai 19 Mei 2022 sampai 7 Juni 2022.

Akibat perbuatannya, tersangka yang pernah jabat Kepala Seksi Hasil Kayu dan Produk Kayu Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI periode 2020 – Februari 2022 dijerat beberapa pasal.

Kesatu Primair: Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP