Gandeng PPATK, Bareskrim Blokir Rekening Tersangka Fahrenheit Rp70 M

Ilustrasi robot trading.
Ilustrasi robot trading.
Sumber :

VIVA – Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, Tim Penyidik Bareskrim Polri kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah melakukan pemblokiran sejumlah rekening tersangka kasus investasi bodong robot trading Fahrenheit senilai Rp70 miliar.

“Kemudian, penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Bank untuk menyita dana pada rekening tersebut,” kata Gatot di Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022.

Adapun, kata dia, aset yang disita antara lain 1 unit Apartemen Taman Anggrek Residences senilai Rp2,9 miliar, 1 unit mobil Fortuner, 1 unit mobil Lexus, uang tunai senilai S$ 2, uang tunai senilai MYR 1.

Kemudian, uang tunai pecahan S$50 senilai S$450, uang tunai pecahan 50, 100, 500 dan 1000 baht Thailand senilai ?27.950, uang tunai pecahan Rp100.000 senilai Rp70 juta dan 1 buah tas Merk LV.

“Korban yang mengalami kerugian dalam kasus ini sebanyak 1.419 orang, dengan total kerugian sebesar Rp555.130.963.497,” ujarnya.

Selanjutnya, Gatot menambahkan Bareskrim Polri juga sudah melimpahkan berkas perkara lima tersangka ke Kejaksaan Agung pada Rabu, 18 Mei 2022. Kelima tersangka itu ialah otak investasi bodong Fahrenheit, Hendry Susanto. Kemudian, empat anak buah Hendry yang ditangkap Polda Metro Jaya yakni David Berlin Johanes, Inton Luando Johanes, dan Maria Fransiska. Keempat anak buah Hendry ditangkap Polda Metro Jaya.

Sementara, Hendry Susanto dipersangkakan Pasal 62 jo Pasal 8 Ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.