Tangani PMK, FKH UGM Terjunkan Satgas Pengendalian ke Daerah Kasus

Tim Satgas Pengendalian PMK Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Tim Satgas Pengendalian PMK Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Sumber :
  • Dok. FKH UGM

VIVA – Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini membuat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) Yogyakarta membentuk Tim Satgas Pengendalian PMK yang diterjunkan ke daerah kasus.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Teguh Budipitojo menyampaikan, langkah-langkah darurat yang dilakukan pemerintah terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sudah sesuai dan baik, dengan tujuan utama mencegah penyebaran penyakit dengan penutupan wilayah wabah dan pengendalian lalu lintas ternak.

"Arahan Presiden pada sidang kabinet paripurna tanggal 9 Mei 2022. Dimana Presiden memerintahkan agar Menteri Pertanian untuk melakukan lockdown dan menerapkan sistem zonasi lockdown agar pergerakan ternak dapat dicegah dengan baik," ujar Teguh, Jumat, 20 Mei 2022.

Ilustrasi sapi.

Ilustrasi sapi.

Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Dia menambahkan, "Juga Kapolri untuk betul-betul menjaga di lapangan agar pergerakan ternak dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan ada penyakit PMK dihentikan."

Melihat kondisi ini, Teguh menyebutkan, FKH UGM akan ikut serta menanggulangi wabah PMK ini dengan melakukan berbagai aktivitas dan mengimbau semua pihak untuk tidak saling menyalahkan namun segera bersatu bekerja sama, bekerja keras, dan bekerja cerdas sehingga situasi penyakit secepatnya dapat dikendalikan. 

Teguh membeberkan pihaknya telah berkontribusi dalam pengendalian wabah, dengan membentuk Satuan Tugas Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku.