Ekspor Dibuka Lagi, Puan Minta Awasi Harga Minyak Goreng Dalam Negeri

Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani
Sumber :
  • DPR RI

VIVA – Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah memantau Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng secara optimal di pasaran. Pasalnya, menurut dia harga terkini masih jauh dari HET yang ditentukan pemerintah. 

Hal itu disampaikan Puan, menyusul pencabutan larangan ekspor minyak goreng dan turunannya.

“Kami meminta pemerintah mengawasi ketat harga minyak goreng di pasaran setelah ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya resmi dibuka kembali hari ini,” terang Puan dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa, 24 Mei 2022.

Berdasarkan informasi yang dirinya terima, per 23 Mei 2022, larangan ekspor sawit dan minyak goreng resmi dicabut seiring dengan pertimbangan pasokan minyak goreng di pasaran bertambah. Namun hingga Senin kemarin, harga minyak goreng curah masih dijual antara Rp18.000 hingga Rp19.000/kg dan minyak goreng kemasan 2 liter masih dijual seperti hari-hari sebelumnya di kisaran Rp45.000 hingga Rp52.000.

Lebih lanjut, Puan menyebut penerapan subsidi yang tidak merata dilaporkan menjadi salah satu penyebab tidak sesuainya harga minyak goreng dengan ketentuan HET.

“Setiap saya kunjungan ke daerah, saya selalu menyempatkan untuk mengecek harga komoditas pangan di pasar. Dan sampai sekarang, baik pedagang maupun pembeli masih mengeluhkan harga minyak goreng yang masih mahal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ketua DPP PDIP itu meminta langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah pusat adalah berupaya menggandeng seluruh pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan di seluruh wilayah. Termasuk mengenai pemerataan subsidi minyak goreng. 
Kemudian, kesejahteraan para petani sawit serta tenaga kerja di industri sawit tidak terabaikan. Sehingga, stabilitas harga pangan tetap terjaga.