5 Fakta Banjir Rob Terjang Semarang, Akibat Perigee?

Banjir air rob masih menggenangi Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Banjir air rob masih menggenangi Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Sumber :
  • VIVA/Didiet Cordiaz

VIVA – Banjir rob terjadi di pelabuhan Tanjung Emas Semarang Utara, pada 23 Mei 2022. Banjir yang disebabkan akibat tanggul jebol ini mengakibatkan air meluap dan merendam jalan setinggi dada orang dewasa.

Banyak kendaraan yang terendam air dikarenakan air yang tiba-tiba datang sehingga warga tidak mengantisipasi kejadian tersebut. Dengan jebolnya tanggul penahan air laut tersebut, seluruh aktivitas warga sekitar dihentikan, demi mengantisipasi dampak banjir setinggi 1,5 meter ini.

Berikut VIVA telah merangkum dari berbagai sumber terkait 5 Fakta terjadinya Banjir di Tanjung Emas Semarang

1. Disebabkan air laut pasang dan gelombang tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan air laut pasang atau gelombang tinggi yang menyebabkan banjir rob di sebagian wilayah pesisir utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah terjadi sejak 14 Mei 2022 lalu, dan masih berlangsung hingga kini.

Hal ini yang menyebabkan tanggul penahan air laut di kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Semarang jebol. Tanggul tersebut jebol lantaran tidak kuat menahan besarnya debit dan derasnya arus rob dari laut.

2. Banjir merendam 8 titik

Menurut catatan BPBD Kota Semarang, delapan titik banjir rob terjadi di Depan Pos 1, Depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjung Emas, Kawasan Lamicitra dan Koja Bahari. Kedalaman banjir rob hingga mencapai 1,5 meter di Kawasan Lamicitra, 55 sentimeter di Jalan Coaster, 40 sentimeter di Jalan M. Pardi, 50 sentimeter di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ampenan.

3. Banjir rob terparah

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut banjir rob tahun ini menjadi yang paling parah. “Penyebab jebolnya tanggul karena terjadi air pasang atau rob tertinggi dalam waktu satu dekade ini di Kota Semarang. Puncak air pasang tertinggi sebelumnya terjadi bulan Juni tahun 2020 ketinggiannya 1,8 meter. Dan untuk hari ini ketinggian air pasang mencapai 2,1 meter. Jadi sebagian limpas, sebagian lagi membuat tanggul jebol” ujar Hendrar seperti dilaporkan VIVA sebelumnya

4. Disebabkan karena fenomena Perigee

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut banjir rob disebabkan oleh fenomiena perigee, fenomena perigee adalah kondisi bulan berada di titik terdekat dari bumi.Salah satu dampak utama fenomena perigee adalah peningkatan air pasang karena gravitasi bumi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah di Semarang

5.  Air Rob semakin meninggi hingga hari ini

Hingga Selasa siang, 24 Mei 2022 genangan banjir rob tak juga surut.  Bahkan informasi dari pihak Pelindo III yang mengelola pelabuhan, air mulai bertambah tinggi lagi karena air laut pasang kembali datang. Sementara itu, para pekerja yang harus masuk hari ini terpaksa diangkut menggunakan truk tronton.