Cerita Sopir-sopir Truk Menginap di Jalan Layang karena Banjir Rob

Subur sopir truk menginap di jalan layang gara-gara banjir Rob Semarang
Subur sopir truk menginap di jalan layang gara-gara banjir Rob Semarang
Sumber :
  • VIVA/Teguh Joko Sutrisno

VIVA – Banjir air laut pasang atau Rob masih terjadi di Kota Semarang. Ketinggian air mencapai hingga satu setengah meter. Kawasan pelabuhan dan industri Tanjung Emas Semarang menjadi lokasi yang paling terdampak. Akibatnya ratusan truk tak bisa masuk kawasan tersebut. Termasuk truk tangki yang sedianya mengambil minyak goreng curah bersubsidi di salah satu pabrik yang berada di kawasan pelabuhan.

Sopir truk bernama Subur (53) asal Kendal menceritakan bahwa dia sudah semalaman lebih menginap di tepi jalan layang Yos Sudarso Semarang. Ia tak bisa masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Emas lantaran hingga Selasa sore aksesnya masih tergenang banjir Rob yang cukup tinggi.

Subur membawa truk tangki kosong untuk mengangkut minyak goreng curah. Rencananya ia akan mengisi minyak goreng di salah satu pabrik di kawasan pelabuhan. 
Sayangnya, sejak ia datang pada Senin siang, kawasan pelabuhan sudah banjir air laut pasang. Tak bisa masuk, Subur terpaksa memarkir truk tangkinya di tepi jalan dan menginap bersama ratusan sopir truk lainnya.

"Bingung mau balik tapi tangki masih kosong dan sudah ditunggu pedagang dan pembeli yang tiap hari antre minyak goreng murah di Kendal. Tapi kalau nunggu lha terus sampai kapan ini bisa masuknya? Apalagi kan pasti nambah ongkos buat makan dan lain-lain," keluhnya.

Subur tak sendiri di sana. Ada puluhan sopir truk tangki pengangkut minyak goreng yang juga terjebak. Mereka pun tidur di dalam kabin truk atau menggelar tikar di atas aspal sambil menunggu dibolehkan masuk ke kawasan industri Tanjung Emas.

Namun harapan itu sepertinya harus ditunda lagi mengingat air Rob kembali naik pada Selasa sore.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang