Wakil Rektor UB Prihatin Mahasiswanya Ditangkap Densus: Dia Cerdas

Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Abdul Hakim, saat memberikan keterangan pers tentang penangkapan seorang mahasiswa kampus itu oleh Densus 88 Antiteror Polri di Malang, Rabu, 25 Mei 2022.
Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Abdul Hakim, saat memberikan keterangan pers tentang penangkapan seorang mahasiswa kampus itu oleh Densus 88 Antiteror Polri di Malang, Rabu, 25 Mei 2022.
Sumber :
  • VIVA/Lucky Aditya

VIVA – Universitas Brawijaya (UB) membenarkan bahwa seorang pemuda berinisial IA (22 tahun) yang ditangkap oleh Densus 88 karena disangka terlibat dalam jaringan teroris adalah mahasiswanya. 

Densus menangkap IA di rumah indekosnya di kawasan Dinoyo Permai, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 23 Mei 2022.

"Kami sangat prihatin dan menyayangkan, bagaimanapun itu mahasiswa kami yang sedang dalam proses belajar," kata Wakil Rektor III UB Abdul Hakim pada Rabu, 25 Mei 2022. 

IA tergolong mahasiswa yang cerdas karena nilai Indeks Prestasi (IP) di atas 3, kata Hakim. IA mahasiswa program studi Hubungan Internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan tahun masuk 2019 dan kini telah semester 6.

"Dari indek prestasi dia termasuk dalam kategori mahasiswa cerdas, karena indeks prestasi di atas 3. Dia mahasiswa angkatan 2019, berarti sekarang yang bersangkutan semester 6. Ini menjadi sebab kami menyayangkan," ujar.

Universitas Brawijaya Malang

Universitas Brawijaya Malang

Photo :
  • ub.ac.id

IA diketahui melakukan pengumpulan dana untuk membantu organisasi teroris ISIS bergerak Indonesia. Selain itu, IA juga mengelola media sosial untuk menyebarkan materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme. 

IA sedang dalam proses pemeriksaan. Sementara aparat Kepolisian dari Densus 88 sedang melakukan penelusuran  untuk mencari keterlibatan pihak lain dalam perkara yang melibatkan IA.

Otoritas kampus belum bisa berkomunikasi dengan IA maupun keluarga si mahasiswa. Sebab, berdasarkan data kemahasiswaan, nomor telepon orangtua yang tercantum tidak bisa dihubungi. Rektorat segera melakukan rapat terbatas untuk menyikapi kasus ini.

"Datanya kita minta detail tetapi nomor orangtua yang diberikan belum bisa dihubungi. Pak Rektor sedang menggelar rapat dengan semua pimpinan termasuk dengan rektor baru kasus ini termasuk yang dibicarakan," kata Hakim.