3 Calon Mahasiswa Kedokteran Unhas Ditangkap Karena Curang Saat SBMPTN

Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Sumber :
  • VIVA/Irfan Abdul Gani

Ishak menjelaskan lagi, bahwa para terduga pelaku melakukan komunikasi menggunakan alat elektronik seperti kamera dan penghubung komunikasi yang ditemukan oleh anggota siber dari Polrestabes Makassar.

"Dia pakai kamera dan alat penghubung komunikasi. Semua alat itu ditemukan langsung oleh anggota siber Polrestabes yang saat itu memang ikut mengawasi ujian," katanya

Keenam orang yang telah diamankan itu punya peran yang berbeda-beda. Dari pengakuan peserta itu, bahwa satu orang luar bertugas mengantar jemput tiga peserta untuk ujian, dan dua oknum satpam yang mengendalikan alat metal detector dari luar.

"Jadi yang satu orang luar ini tugasnya antar jemput peserta. Sementara dua oknum satpam ini yang mengendalikan alat itu sehingga saat peserta cek badan untuk antisipasi adanya benda elektronik lolos dan masuk ke ruang ujian, tidak terdeteksi oleh alat yang dipakai satpam ini," jelasnya.

Hingga kini, Ishak menjelaskan bahwa tiga peserta itu telah dinyatakan gugur dari ujian SBMPTN. Kemudian, tiga orang lainnya seperti oknum sekuriti dan satu orang luar itu masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

"Sesuai ketentuan, mereka dinyatakan gugur. Sementara yang lainnya termasuk dua oknum satpam masih menunggu hasil pemeriksaan polisi," terangnya.

Sementara itu, pihak kepolisian yang dimintai konfirmasi perihal kasus ini, hingga saat ini belum juga ada keterangan resmi dari kepolisian terkait adanya temuan kecurangan tersebut.