Jubir Partai BJP Hina Nabi Muhammad, Tagar #BoikotIndia Trending

Demo protes islamofobia di India
Demo protes islamofobia di India
Sumber :
  • AP/Aijaz Rahi

VIVA – Setelah pernyataan kontroversi dari juru bicara nasional Partai Bharatya Janata Party (BJP) Nupur Sharma, sekaligus partai dari Perdana Menteri India Narendra Modi mengenai Nabi Muhammad, kini India mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Menyusul dari gelombang protes atas pernyataan Sharma di stasiun televisi yang dianggap menghina Nabi Muhammad, beberapa negara Arab telah mengecam sikap juru bicara tersebut dan menganggap bahwa pernyataan Sharma melukai hati umat Muslim di seluruh dunia.

Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang ramai-ramai mentrendingkan boikot India pada media sosial (medsos) Twitter. Menurut pantauan VIVA, tagar #boikotindia, menjadi trending dengan berbagai kecaman atas pernyataan Sharma yang menghina Nabi Muhammad pada debat dalam saluran televisi.

Mengecam keras pernyataan politisi India dari Partai BJP Nupur Sharma yang menghina Rasulullah. Kami berharap pak @jokowi segera mengambil sikap tegas dan ikut mengecam hal ini. India harus banyak belajar dari Indonesia bagaimana mayoritas menghormati minoritas,” kata netizen akun @muhxxxxxxxxxxxx, pada Senin 6 Juni 2022.

India sudah merusak keharmonisan beragama. Bagaimana minoritas Muslim di sana diperlakukan secara tidak hormat & manusiawi. Apalagi sekelas pejabat yang merendahkan Nabi Muhammad SAW. Kita harus #Boikotindia untuk menunjukkan solidaritas kita. Dan meminta pejabat kita juga serius,” tulis akun Twitter lainnya @Texxxxxx.

Tidak hanya negara Qatar yang mengecam keras pernyatan Sharma yang menghina Nabi Muhammad tersebut, tetapi Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan menghina kepada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh Sharma.

“Pernyataan yang sama sekali tidak dapat diterima, ini tidak hanya sangat melukai perasaan rakyat Pakistan, tetapi juga miliaran Muslim di seluruh dunia,” tulis Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya.