Masyarakat Umum Diizinkan Melawat Jenazah Eril di Gedung Pakuan

Seorang warga menatap lukisan putra sulung Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Minggu, 5 Juni 2022.
Seorang warga menatap lukisan putra sulung Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Minggu, 5 Juni 2022.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal memberi kesempatan bagi warga atau masyarakat umum yang hendak melawat atau mendoakan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril. Meski begitu, waktunya akan diatur supaya tertib.

Warga disilakan datang ke rumah duka di rumah dinas Gubernur Jawa Barat di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, segera setelah jenazah Eril tiba yang dijadwalkan pada pukul 22.00 WIB, Minggu, 12 Juni 2022. Saat jenazah tiba, dikhususkan dulu bagi keluarga, baru diizinkan memasuki rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB. Waktu doa atau melawat dibuka sampai pukul 08.00 WIB pagi sebelum jenazah dibawa ke permakaman pada pukul 09.00 WIB.

"Bagi warga yang ingin mendoakan langsung dipersilakan di Gedung Pakuan nanti akan diatur tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata perwakilan keluarga Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, kepada wartawan, Sabtu, 11 Juni 2022.

Kakak Ridwan Kamil Erwin Muniruzaman

Kakak Ridwan Kamil Erwin Muniruzaman

Photo :
  • VIVA/Adi Suparman

Dia mengatakan, keluarga tak akan membatasi jumlah warga yang datang melayat. Namun, tim protokoler Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengatur agar tertib. Pada saat proses pemakaman di Cimaung, Kabupaten Bandung, acara hanya cuma bagi keluarga, berdasarkan situasi dan kondisi di lokasi permakaman.

Makam Eril baru akan dibuka untuk warga berziarah usai pemakaman oleh keluarga selesai pada pukul 12.00 WIB. Warga bisa berziarah hingga sore pukul 17.45 WIB. Lalu, makam Eril masih tetap dibuka untuk warga pada Selasa sampai Minggu setiap pukul 08.00-17.00 WIB.

"Sehingga mohon maaf apabila untuk warga yang sudah menyampaikan doa di [Gedung Negara] Pakuan tidak perlu ke permakaman. Warga diizinkan apabila akan berdoa atau ziarah kubur dipersilakan setelah proses penguburan," katanya.