KPK Imbau Tersangka Korupsi Gereja King Mile Kooperatif

Plt Jubir KPK Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta tersangka korupsi Gereja King Mile 32 di Mimika, Papua, kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.

Ilustrasi tersangka kasus tindak pidana korupsi

Ilustrasi tersangka kasus tindak pidana korupsi

Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pemeriksaan untuk Lengkapi Berkas Penyidikan

"Untuk itu kami juga berharap tersangka lain yang nanti akan dipanggil KPK, juga bersedia kooperatif hadir memenuhi panggilan. Karena pemeriksaan untuk kebutuhan melengkapi berkas penyidikan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 Juni 2022.

Sejauh ini, baru satu tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen/PPK yang telah diperiksa dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Gereja King Mile 32. Pemeriksaan dilakukan pada Senin, 13 Juni 2022, kemarin.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Divonis 8 Tahun Penjara

Pejabat Pembuat Komitmen Belum Ditahan

Kendati begitu, kata Ali, pejabat Pembuat Komitmen/PPK itu belum ditahan terkait perkara yang dimaksud. Sebab, penyidik masih melengkapi alat bukti dalam perkara tersebut. Termasuk dengan menghitung total nilai kerugian yang dialami negara akibat kasus korupsi tersebut.

"Tersangka kami nilai kooperatif dan sejauh ini alat bukti masih terus dilengkapi," katanya.

Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja King Mile 32 Mimika, Papua, tahap satu tahun anggaran 2015 masuk dalam tahap penyelidikan penyidik KPK. Proyek gereja ini diperkirakan memakan biaya hingga Rp160 miliar.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja King Mile ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Kendati begitu, KPK enggan membeberkan nama-nama yang dimaksud lantaran masih mengumpulkan alat-alat bukti terkait.