Kejaksaan: Tersangka Korupsi Satelit Tak Ditahan karena Kooperatif

Kemenhan / Kemhan RI / Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
Kemenhan / Kemhan RI / Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VIVA – Tim Penyidik Koneksitas Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertahanan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 sampai 2021. Namun, tiga tersangka tidak dilakukan penahanan karena dalihnya kooperatif.

Direktur Penindakan Jaksa Agung Muda Pidana Militer Kejaksaan Agung Brigjen Edy Imran mengaku terus mengikuti dan mengawasi proses penyelidikan hingga penyidikan kasus tersebut. Menurut dia, para tersangka kooperatif selama menjalani pemeriksaan. “Tidak ada kekhawatiran dari kami para tersangka ini melarikan diri,” ujarnya.

Sebab, kata dia, penyidik sudah melakukan pencekalan atau pencegahan terhadap ketiga tersangka dan semua yang diduga terlibat dalam perkara ini. “Tapi kalau, misal, nanti pada saat berstatus tersangka mereka mempersulit, maka kita akan langsung tahan,” katanya.

Kejagung merilis kasus korupsi satelit di Kemenhan

Kejagung merilis kasus korupsi satelit di Kemenhan

Photo :
  • VIVA/Farhan Faris

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menjelaskan para tersangka selama ini masih kooperatif sehingga tidak ditahan. Namun, kata Ketut, penyidik bisa saja suatu saat nanti menahan ketiga tersangka apabila tidak kooperatif.

Apalagi, kata dia, para tersangka sudah dicekal pencekalan sejak penyidik memulai penyelidikan hingga penyidikan kasus tersebut. Artinya, pencekalan dilakukan dalam waktu enam bulan kedepan.

“Kalau enam bulan misal belum cukup, kita cekal lagi. Tapi paling tidak, kalau perkara sudah bergulir penyidikan dalam waktu dekat sudah mulai kita lakukan pemberkasan. Mudah-mudahan belum enam bulan sudah mulai sidang,” tandasnya.

Tim Penyidik Koneksitas Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertahanan menetapkan tiga orang tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012 sampai 2021.

Menurut Direktur Penindakan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Militer Brigjen Edy Imran, salah satu tersangka dari unsur purnawirawan militer dan dua orang tersangka lainnya sipil, yakni SCW selaku mantan Direktur Utama PT. Dini Nusa Kesuma (DNK) dan AW selaku mantan Komisaris Utama PT. DNK.

“Kemudian, Laksamana Muda (Purn) AP selaku mantan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan periode Desember 2013 sampai Agustus 2016,” kata Edy di Kejaksaan Agung pada Rabu, 15 Juni 2022.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Kemudian, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.