'Dosa-dosa' Kompol Arafat di Mata Polri

Gayus Tambunan Diciduk Satgas
Gayus Tambunan Diciduk Satgas
Sumber :

VIVAnews - Komisi Kode Etik Polri hari ini menyidang penyidik kasus Gayus Tambunan, Komisaris Arafat Enanie. Sejumlah tuntutan dibacakan.

"Sekitar bulan Juli 2009 dalam penanganan perkara polisi tentang tipikor, pencucian uang kasus Gayus Tambunan dilakukan tidak profesional," kata hakim anggota, Komisaris Besar K Usman dalam sidang di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 5 April 2010.

Tindakan tak profesional, di antaranya Arafat membuat dua buah laporan polisi (LP), diubah menjadi hanya satu tersangka yakni Gayus Tambunan.

Arafat juga tak menahan tersangka Gayus, tak melakukan gelar perkara, dan tidak menahan barang bukti.

"Haposan Hutagalung [pengacara Gayus] mengucapkan terima kasih dengan memberikan uang Rp 25 juta karena Robertus tidak dijadikan tersangka. Uang diberikan ke terperiksa [Arafat] di Hotel Ambhara," kata Kombes K Usman.

Arafat juga melakukan pemeriksaan pada Gayus di luar Mabes Polri yakni di Hotel Manhattan dan Hotel Kartika Chandra. "Terkait proses pemeriksaan, terperiksa juga menerima uang Rp 5 juta dari Andi Kosasih."

Arafat, menurut Polri, juga bersepakat akan mendapat kompensasi sebesar 15 persen dari harga US $ 45.000 melalui Haposan agar tidak menyita rumah Gayus.

"Arafat juga melakukan pendekatan, minta uang US$ 5.000 agar tidak ditekan dalam pemeriksaan oleh AKBP Mardiyani," ujar K Usman.

Perbuatan Arafat dikuatkan sejumlah saksi, di antaranya Brigjen Edmon Ilyas, dan Brigjen Raja Erizman.

Sebelumnya Arafat mengaku perubahan LP dari satu menjadi dua atas perintah Brigjen Edmon Ilyas. Perubahan LP itulah yang membuat konsultan pajak Roberto Santonius berubah dari tersangka menjadi saksi. (umi)