DPR: Indonesia Harus Jadi Jembatan Perdamaian Rusia-Ukraina

Gedung MPR, DPR dan DPD.
Gedung MPR, DPR dan DPD.
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Gilang Dhielafararez, berharap pertemuan pemerintah Indonesia dengan Rusia dan Ukraina akan membuahkan hasil positif. Indonesia yang memiliki cita-cita mewujudkan perdamaian dunia diharapkan bisa menjembatani konflik kedua negara tersebut.

Sarmuji DPR Dukung Pemerintah Larang TikTok Shop: Perdagangan Digital akan Tetap Hidup
Presiden Jokowi ke AS naik Garuda Indonesia.

Presiden Jokowi ke AS naik Garuda Indonesia.

Photo :
  • Dokumentasi Garuda Indonesia.

“Indonesia harus menjadi jembatan perdamaian bagi Rusia dan Ukraina yang tengah berkonflik. Sebagai negara yang memiliki cita-cita luhur, kita harus terlibat aktif mewujudkan perdamaian dunia,” kata Gilang di Jakarta, Jumat, 24 Juni 2022.

KASN Mau Dibubarkan, ICW Ingatkan Justru yang Diperlukan Penguatan Fungsinya

Dukung Upaya Pemerintah

BKSAP DPR pun mendukung upaya Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo yang akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow usai mengikuti Konferensi Tingkat-Tinggi (KTT) G7 di Jerman sebagai negara tamu. Gilang mengatakan langkah diplomasi perdamaian tersebut sejalan dengan politik bebas aktif Indonesia.

Jadi Calon Hakim MK, Arsul Sani Bakal Mundur dari MPR dan PPP

“Apalagi sebagai pemegang presidensi G20 tahun ini, Indonesia punya peranan penting sebagai mediator negara-negara anggotanya, termasuk negara mitra,” katanya.

Konflik Rusia dan Ukraina Berimbas pada Persoalan Kemanusiaan

Gilang mengingatkan konflik berkepanjangan Rusia dan Ukraina telah berimbas pada persoalan kemanusiaan dan krisis global yang perlu segera dicarikan jalan keluar. Sejumlah negara bahkan mengalami krisis energi dan ekonomi akibat kebijakan Rusia buntut konfliknya dengan Ukraina.

“Perdamaian kedua negara harus tercapai karena telah mempengaruhi kondisi ekonomi dan pangan global,” kata Gilang.

Perjuangkan Gencatan Senjata

DPR mendorong agar pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia dan Presiden Ukraina dapat memperjuangkan gencatan senjata. Gilang mengatakan DPR sendiri juga terus berupaya menjembatani konflik Rusia dan Ukraina lewat diplomasi parlemen.

“Konflik Rusia dan Ukraina terus menimbulkan korban kemanusiaan, yang tidak bisa dibiarkan. Sebagai negara yang menjunjung tinggi asas kemanusiaan, Indonesia tidak bisa berdiam diri,” kata Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu.

“Kami di DPR terus berupaya menjalin komunikasi dengan kedua negara melalui diplomasi parlemen di mana BKSAP terus berkoordinasi dengan parlemen negara-negara sahabat, termasuk lewat forum-forum internasional seperti the 8th Group of 20 Parliamentary Speakers Summit (P20) mengingat DPR akan menjadi tuan rumah,” tambah Gilang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya