Berkas Perkara Kasus Koperasi Indosurya Panjangnya 1 Meter

Gedung Bareskrim Mabes Polri. (Foto ilustrasi).
Gedung Bareskrim Mabes Polri. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Syaefullah.

VIVA – Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan berkas perkara kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya sepanjang satu meter. Kini penyidik membebaskan Pendiri Indosurya, Henry Surya dan Direktur Keuangan Indosurya, June Indria.

Menurut dia, Polri menahan kedua tersangka selama 120 hari di antaranya 20 hari dan diperpanjang 40 hari. Kalau masih kurang, kata dia, penyidik minta pengadilan memperpanjang masa penahanan 60 hari. “Setiap orang maksimal ditahan selama 120 hari. Maksimal sesuai KUHAP tidak boleh lebih, bisa melanggar HAM,” kata Whisnu di Jakarta pada Minggu, 26 Juni 2022.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawa

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawa

Photo :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Penyidik, lanjut dia, mengeluarkan Henry dan June bukan tidak ada pidananya tapi berkas perkara yang disampaikan ke Kejaksaan Agung belum dinyatakan lengkap (P21), karena masih ada kekurangan dan perlu dilengkapi sesuai petunjuk jaksa.

“Kekurangannya kami belum tau, karena sampai saat ini berkas perkara ada di kejaksaan,” ujarnya.

Jadi, Whisnu menegaskan kasus ini tetap maju atau tidak dihentikan meski kedua tersangka sudah dibebaskan dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim lantaran masa tahanannya habis. Mungkin, kata dia, jaksa membutuhkan waktu untuk bisa membaca berkas perkaranya.

“Dibebaskannya tersangka karena hal yang berat, karena ini tergolong kasus berat sampai Rp15 triliun dengan 14.500 nasabah. Berkas perkaranya 1 meter lebih, belum dokumen-dokumennya 1 meter. Jadi, mungkin jaksa belum lengkap membaca semuanya. Karena masa penahanan sudah habis, kita harus keluarkan sesuai UU,” jelas dia.