Mengenal E-Hajj yang Memudahkan Layanan Jemaah Haji

Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki menjelaskan soal E-Hajj.
Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki menjelaskan soal E-Hajj.
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Wakil Sekretaris PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki mengungkapkan, penggunaan sistem E-Hajj pada pelayanan haji diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan terhadap pelayanan haji.

E-Hajj sendiri merupakan sistem penyelenggaraan haji berbasis elektronik yang diterapkan secara seragam dan serentak. Saat mengisi E-Hajj, maka harus diisikan nama pemegang paspor, lokasi penginapan, moda transportasi yang digunakan, hingga perusahaan katering yang disewa.

"E-Hajj juga sebuah sistem elektronik haji yang di dalamnya itu ada beberapa informasi yang di antaranya soal kuota yang kami terima, sekaligus pembagiannya. Yaitu kuota haji reguler, kuota jemaah haji khusus, dan kuota petugas," kata Luthfi Makki kepada tim MCH (Media Center Haji) di Kantor Urusan Haji, Jeddah.

"Untuk mengaktifkan E-Hajj, kami diminta untuk menginput data jemaah sekaligus pembuatan kloter. Selain untuk data jemaah, E-Hajj juga berfungsi untuk ‘pemaketan’. Jika semuanya sudah ‘dipaketkan’, maka baru keluar Visa," lanjutnya.

Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki menjelaskan soal E-Hajj.

Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki menjelaskan soal E-Hajj.

Photo :
  • MCH 2022

Luthfi menambahkan, sejumlah kewajiban dalam penerbitan Visa ini adalah terkait kepastian soal penginapan di Mekah, Madinah, layanan bus, sampai dengan paket Masair (rangkaian ibadah haji) para jemaah. Ketika keempat kewajiban ini sudah terpenuhi, maka baru bisa diterbitkan Visa.

Dan dengan digunakannya E-Hajj ini, tidak saja mempermudah jemaah dalam pelaksanaan ibadah Haji, namun juga meningkatkan kualitas pelayanan jemaah. Jemaah akan dengan mudah menemukan tempat pemondokannya, atau naik bus apa, semua itu akan mudah dilihat melalui aplikasi E-Hajj.