Mimpi Sang Calon Haji

Jemaah haji difabel dari kloter 09 Embarkasi Batam (BTH 09), Gusmadi
Jemaah haji difabel dari kloter 09 Embarkasi Batam (BTH 09), Gusmadi
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Jemaah haji difabel dari kloter 09 Embarkasi Batam (BTH 09), Gusmadi, masih tidak percaya bisa tiba di Tanah Suci. Pria kelahiran 62 tahun lalu asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau, itu merasa dejavu. Sebab dia mengaku pernah bermimpi berada di Tanah Suci.

Usai terbang sekitar sembilan jam, Gusmadi mendarat di Terminal Haji Gate B Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Gusmadi dibantu petugas menaiki kursi roda yang ada di bandara. Ditemani sang istri, bapak enam anak tersebut langsung diarahkan petugas untuk rehat sejenak di paviliun B3.

Tak lama berselang, dia kembali duduk di kursi roda. Sesekali, pria bertubuh kokoh itu mencoba untuk berdiri dan berjalan menggunakan alat kruk yang dibawanya dari Tanah Air. Beberapa kali, dia tampak menolak bantuan petugas. Dalam kondisi difabel, Gusmadi berupaya mandiri, meski harus berdiri dengan sebelah kaki.

Saat disapa, sambil tersenyum Gusmadi bercerita bahwa dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas pada 1997. Peristiwa 25 tahun silam itu membuat Gusmadi kehilangan kaki kirinya karena harus diamputasi.

"Tahun 1997, saya mengalami kecelakaan. Itu yang membuat kondisi saya seperti ini (kehilangan satu kaki)," ujar Gusmadi saat ngobrol dengan tim Media Center Haji (MCH) di Paviliun B3.

Gusmadi mengaku senang sudah bisa sampai ke Tanah Suci, setelah sabar menunggu antrean dari 2011. Ya, butuh waktu 11 tahun untuk Gusmadi agar bisa mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji. Ini meski kondisinya mengalami keterbatasan.