KKHI Kerahkan 115 Dokter saat Wukuf di Arafah

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana.
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana.
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mulai memfokuskan tenaga kesehatan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ratusan tenaga kesehatan pun dikerahkan.

Untuk Armuzna, sebanyak 782 orang tenaga kesehatan akan diturunkan. Mereka terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat yang siap melakukan pelayanan kesehatan terhadap jemaah.

Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.

“Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Mekah. Tenaga dokter dan perawat Insya Allah sudah siap,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana.

“Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna,” tambahnya.

Saat puncak haji, KKHI juga akan mulai mencoba rompi penurun panas atau Carbon Cool. Rompi ini didesain khusus untuk jemaah yang mengalami heat stroke akibat udara yang cukup panas.

“Di Indonesia ini pernah diuji coba dan berhasil. Nanti akan kita coba apakah efektif untuk jemaah heat stroke,” ujarnya.