Puan Dukung Polri Bentuk Direktorat Khusus Perempuan dan Anak

Ketua DPR Puan Maharani berpidato dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Ketua DPR Puan Maharani berpidato dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA - Ketua DPR Puan Maharani mendukung langkah Polri yang membentuk direktorat khusus bagi perempuan dan anak di Bareskrim yang nantinya juga akan sampai hingga tingkat Polda dan Polres.

Puan Maharani

Puan Maharani

Photo :
  • DPR RI

“Kami berharap proses pembentukan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polri dapat berjalan lancar karena sangat diperlukan mengingat tingginya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Puan di HUT Bhayangkara, Jumat, 1 Juli 2022.

Lebih Banyak Diisi Polwan

Menurut Puan, Direktorat PPA akan mendukung pelaksanaan teknis UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang baru saja disahkan oleh DPR. Apalagi, Direktorat PPA ini nantinya akan lebih banyak diisi oleh polisi wanita (Polwan).

“Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak sejalan dengan UU TPKS yang alhamdulillah telah terealisasi setelah lama kita perjuangkan,” kata Puan lagi.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Puan: Ibu-ibu Menjerit

Bikin Korban Lebih Nyaman

Dia menuturkan dengan menjadikan Polwan untuk berada di lini terdepan, Direktorat PPA Polri tentunya akan membuat korban merasa lebih nyaman mengingat korban kekerasan seksual mayoritas adalah perempuan dan anak. Ia juga berharap Direktorat PPA Polri ikut berperan dalam program-program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami percaya Polri akan terus berintegritas dalam melayani masyarakat. Polisi harus bisa tegas dalam menindak kejahatan terhadap perempuan dan anak,” kata Puan.

HUT Bhayangkara ke-76

Dalam kesempatan itu, Puan juga mengucapkan selamat hari Bhayangkara ke-76. Ia mengingatkan perkembangan zaman yang kian kompleks saat ini menuntut adaptasi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Saya yakin dengan terus meningkatkan sikap profesionalisme dan mengedepankan sikap humanis, Polri akan terus menjadi alat negara yang diterima dan selalu bersama dengan masyarakat,” katanya.

Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri kini dalam tahap tranformasi menuju Presisi. Presisi sendiri menjadi visi Jenderal Listyo Sigit yang juga merupakan akronim dari kata prediktif, responsibilitas transparansi dan berkeadilan.

“DPR tentunya mengikuti berbagai pencapaian Polri selama ini. Mulai dari penurunan angka kejahatan, optimalisasi penanganan aksi-aksi terorisme, hingga prestasi Polri yang ikut membantu dalam penanganan pandemi COVID-19 dan program vaksinasi,” kata Puan.