Pengusaha-Pedagang Pangan Dukung KPK Usut Korupsi Impor Bawang Putih

Bawang Putih
Bawang Putih
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Forum Komunikasi Pengusaha dan Pedagang Pangan (FKP3) mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti laporan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) tentang dugaan korupsi impor bawang putih. Penindakan diperlukan untuk membuka sumbatan importasi dan distribusi bawang putih yang selama ini dirasa terjadi.

Sekretaris FKP3 Umar Ansori mengatakan, sebetulnya oal dugaan korupsi impor bawang putih yang dilaporkan MAKI itu sudah pernah dilaporkan oleh masyarakat ke KPK dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). "Dugaan modus menarik atau menyetor fee tiap kilogram oleh oknum lembaga pemerintah atau swasta," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Juli 2022.

Umar menyampaikan bahwa dugaan praktik menarik fee dalam impor bawang putih oleh oknum tersebut menjadi tugas berat penegak hukum. "Oleh karena itu harus kita kawal dan dukung KPK agar dugaan kasus itu segera terungkap," ujarnya.

Umar membeberkan, pada tahun 2019, KPK menangkap tangan INY, anggota Komisi VI DPR RI dan pihak swasta terkait praktik korupsi dalam impor bawang putih. Selain itu, dugaan praktik tidak sehat dalam proses izin impor bawang putih terjadi dengan cara jual beli kuota antara perusahaan dengan swasta. Akibatnya, masyarakat dan negara dirugikan karena harga menjadi lebih mahal dan berimbas pada naiknya inflasi.

Pada bulan Juni 2022, inflasi mencapai 4,35 persen, tertinggi sejak tahun 2017. Melonjaknya inflasi ini disebabkan gejolak pasar dari komoditas pangan, sayur-sayuran, cabe dan bawang. Untuk itu Umar berharap kepada pemerintah untuk tidak mendistorsi laporan MAKI tersebut, agar tidak menghambat proses izin importasi dan distribusi bawang putih.

Umar menuturkan, sebetulnya masalah impor bawang putih sudah terjadi sejak tahun 2017, pada saat pemerintah memberlakukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI). "Dari hulunya bawang putih ini sudah bermasalah," katanya.

Saat ini pun, lanjut dia, harga bawang putih sudah mencapai Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram di tingkat importir. Penyebabnya adalah dari negara asalnya juga naik. “Harapannya, izin kuota impor dibebaskan, tapi dengan tarif sebagai pemasukan kepada negara. Dan ini tidak melanggar undang-undang dan Word Trad Organisasi (WTO)," tandas Umar.