Sempat Dicap Organisasi Berbahaya di India, Begini Penjelasan ACT

ACT
ACT
Sumber :
  • Facebook

VIVA – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar buka suara soal kabar Pemerintah India yang menyebut ACT sebagai organisasi berbahaya pada 2020. Diduga, ACT terafiliasi dengan Falah e-Insaniat Foundation (FIF) dan Lashkar e-Taiba (LET) di India atau sayap kiri Islam garis keras.

“Sedikit menjawab tentang 2020 ada program yang didiskusikan ke India. Kami ingin sampaikan, teman-teman ACT hadir ke sana 2 pekan setelah kondisi damai,” kata Ibnu di kantornya pada Rabu, 6 Juli 2022.

Presiden ACT Ibnu Khajar saat konferensi pers di kantor ACT, Jakarta.

Presiden ACT Ibnu Khajar saat konferensi pers di kantor ACT, Jakarta.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Ahmad Farhan Faris

Presiden ACT Mengaku Kaget saat Mendengar Kabar Itu

Maka dari itu, Ibnu mengaku kaget mendengar berita tersebut. Menurut dia, mitra ACT di lapangan dipastikan organisasi-organisasi yang legal dan tidak terafiliasi dengan kelompok terorisme. Sebab, ACT berkoordinasi dengan organisasi ulama legal di India.

“Mitra kami di lapangan organisasi ulama yang legal di India. Jadi Insya Allah, kami yakin mitra kami bukan teroris atau terindikasi jaringan teroris,” ujarnya.

Kemensos Sudah Cabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT