PKB Sesalkan Pengerahan Santri untuk Lindungi Tersangka Pencabulan

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Dokumentasi Luqman Hakim

VIVA – Anggota Komisi VIII DPR RI Luqman Hakim meminta agar pimpinan Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang, Jawa Timur untuk bersikap kooperatif. Legislator PKB ini pun meminta untuk tidak menghalang-halangi kinerja kepolisian untuk menangkap MSAT, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati. 

"Meminta kepada pimpinan Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang agar bersikap kooperatif dan tidak menghalang-halangi upaya penegakan hukum dan dengan proaktif menyerahkan MSAT kepada Polres Jombang atau Polda Jawa Timur," kata Luqman kepada wartawan, Kamis, 7 Juli 2022.

Tak dipungkiri, Polri mengalami kesulitan untuk menangkap MSAT yang sebelumnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2022 lalu. Karena itu, MSAT diminta kooperatif dan menyerahkan diri ke polisi.

Polisi menangkap anak kiai DPO pencabulan

Polisi menangkap anak kiai DPO pencabulan

Photo :
  • Tangkapan layar

"Kepada MSAT, saya sarankan agar menyerahkan diri kepada polisi, terus menerus melawan, apalagi dengan menjadikan institusi pesantren sebagai tameng perlindungan, hanya akan makin memperburuk situasi dan merugikan nama baik pesantren secara umum, bukan hanya pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang," kata Luqman.

Politikus asal Jawa Tengah ini prihatin atas pengerahan santri untuk mencegah penangkapan terhadap MSAT. Terlebih, Polri turut mengamankan 60 santri usai adanya pengerahan massa, agar MSAT tidak ditangkap.

"Sedih dan menyayangkan pengerahan santri-santri, apalagi melibatkan santri yang masih di bawah umur, untuk mengadang petugas polisi yang hendak menangkap MSAT," kata Luqman.