Divonis Hukuman Mati di PN Surabaya, Mata 2 Pengedar Sabu Berkaca-kaca

Sidang dua pengedar narkotika yang divonis mati oleh Majelis Hakim PN Surabaya.
Sidang dua pengedar narkotika yang divonis mati oleh Majelis Hakim PN Surabaya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Nur Faishal (Surabaya)

VIVA Nasional – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana, terdakwa pengedar narkotika, Kamis, 7 Juli 2022. Begitu palu diketok, mata kedua terdakwa pun berkaca-kaca.

"Menyatakan, terdakwa 1, Dwi Vibbi Mahendra, dan terdakwa 2, Ikhsan Fatriana, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum dalam peredaran narkotika jenis sabu yang beratnya melebihi 5 gram,” kata Ketua Majelis Hakim Martin Ginting.

“Menjatuhkan kepada para terdakwa pidana mati," imbuhnya.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya. Sama dengan jaksa, hakim menyampaikan bahwa hal yang memberatkan ialah perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah. Selain itu, perbuatan kedua terdakwa dinilai merusak kesehatan masyarakat Surabaya. "Hal yang meringankan nihil," ujar Hakim Martin.

 Ilustrasi sidang di pengadilan.

Ilustrasi sidang di pengadilan.

Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Menerima vonis maksimal itu, mata kedua terdakwa terlihat berkaca-kaca. Pengacara kedua terdakwa, Syamsoel Arifin dan Adi Chrisianto, langsung mengajukan banding usai putusan tersebut. "Kami langsung ajukan banding yang mulia," ucapnya.

Vibbi dan Ikhsan duduk sebagai pesakitan setelah ditangkap aparat karena terlibat aktivitas peredaran narkotika jenis sabu-sabu pada 2021 lalu. 
Ketika itu, pada 14 Desember 2021 lalu terdakwa Vibbi berkomunikasi dengan Joko (DPO). Joko menyampaikan kepada Vibbi bahwa ada pekerjaan pengiriman narkotika.