Profil Mas Bechi Anak Kiai Jombang yang Jadi DPO Kasus Pencabulan

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso berjaga di depan Pesantren Ashiddiqiyah dalam upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Mas Bechi di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).
Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso berjaga di depan Pesantren Ashiddiqiyah dalam upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Mas Bechi di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).
Sumber :
  • Antara/Syaiful Arif

VIVA Nasional – Nama Moch Subchi Al Tsani (MSAT) atau yang lebih akrab disapa Mas Bechi tengah menjadi sorotan publik. Dia adalah seorang buronan polisi karena kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Kecamatan Ploso, Jombang yang diasuh oleh ayahnya sendiri, Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi. 

Sebelumnya Mas Beshi ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO sejak Januari 2022 lalu karena selalu menghindar dari panggilan kepolisian. Terkini, MSAT atau Mas Bechi yang menjadi tersangka kasus pencabulan tersebut sudah menyerahkan diri di depan Ponpes Shiddiqiyyah, kediaman Kiai Jombang yang tak lain ayah MSAT. 

Walau sempat dihalang-halangi oleh pihak pesantren, baik dari santri sampai emak-emak, DPO kepolisian karena kasus pencabulan santri sejak tahun 2019 itu pada akhirnya bisa digelandang ke Polda Jawa Timur di Surabaya. Mas Beshi saat ini tengah dalam proses pemeriksaan kepolisian untuk kelanjutan kasus tersebut. 

Kronologi Pencabulan

Hal tersebut bermula dari laporan seorang korban pencabulan MSAT, seorang santri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah asal Jawa Tengah tahun 2019 silam. Laporan pencabulan yang dilakukan MSAT ini diterima oleh Polres Jombang dengan nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Dalam laporan santri tersebut, MSAT atau Mas Bechi dilaporkan karena dugaan pencabulan, pemerkosaan, sampai kekerasan seksual dengan berbagai modus, salah satunya adalah wawancara medis. Laporan korban pencabulan ini terhambat lantaran Polres Jombang tidak menemukan bukti lengkap. 

Dalam tahap prapradilan, kasus tersebut sempat ditolak dua kali. Malah, Mas Beshi balik menuntut dan juga meminta ganti rugi sampai Rp100 juta sekaligus menuntut nama baik. Terhitung sejak tahun 2019, pihak jaksa di pengadilan menolak sampai 7 kali laporan atas kasus tersebut.