Eks Kabareskrim soal Senpi Bharada E: Tamtama Berhak Pegang Glock 17

Eks Kabareskrim Ito Sumardi
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVA Nasional – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi angkat bicara terkait polemik senjata api jenis Glock 17 yang digunakan Bharada E saat terlibat baku tembak dengan Brigadir J di rumah Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Dalam baku tembak tersebut, Brigadir J tewas.

img_title Heboh! Perayaan Maulid di Aceh Diduga Diwarnai Penembakan, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

Sebelumnya muncul polemik terkait senjata Glock 17 yang tidak umum digunakan oleh Bharada E yang notabene adalah seorang Tamtama. Sementara Brigadir S yang juga seorang ajudan menggunakan senjata jenis HS 16. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ito Sumardi, jika merujuk pada keumuman dan jenjang kepangkatan senjata jenis Glock 17 ini lazimnya digunakan bagi mereka yang berada di tingkatan Perwira atau Bintara. Glock 17 dinilai lebih canggih dan mudah dioperasionalkan dibanding senjata lain.

img_title Bukan Gegara Penggerebekan Narkoba, Ini Pemicu Sebenarnya Penembakan dan Penikaman 3 Orang di Kampung Ambon

"Secara umum kan ada kepangkatan, Tamtama, Bintara dan Perwira. Memang kalau digunakan untuk operasional perorangan itu rata-rata kalau di senjata genggam jenis Glock ini tingkatan Perwira atau Bintara," kata Ito Sumardi dikutip tvOne, Jumat, 15 Juli 2022.

Namun demikian, dari pengalamannya saat masih berdinas di Polri, Ito mengaku memiliki tim pengamanan dari Densus maupun Brimob, walaupun mereka dari Tamtama tapi karena kebutuhan operasional maka mereka diberikan senjata jenis Glock. 

img_title 8 Terduga Penyerang Mapolres Merangin Ditangkap, Polisi Sita 5 Senjata Api Rakitan

"Karena apa? Karena kegunaan senjata itu adalah lebih canggih dari senjata lain. Contohnya yang digunakan almarhum Brigadir J itu HS ya buatan Ceko," ujarnya

Mantan Kapolda Riau itu menegaskan tidak ada harga mati bahwa penggunaan senjata Glock 17 hanya boleh digunakan oleh Perwira atau Bintara. Karena penggunaan senjata tersebut tergantung kebutuhan. Bila senjata untuk pengawal maka dari tingkatan Tamtama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tergantung jabatan dia dan tugasnya dia. Jadi seperti anggota Densus itu harus menggunakan senjata yang memiliki kemampuan yang paling baik. Sehingga saya kira tidak jadi standar seorang Tamtama tidak berhak pegang senjata jenis Glock 17," ungkapnya.

Dia menambahkan yang paling penting sekarang adalah menyelidiki lebih jauh apakah senjata tersebut benar izin operasionalnnya diberikan kepada Bharada E atau tidak. "Sekarang kita lihat saja, apakah surat-suratnya atau administrasinya ditujukan kepada pemegang senjata itu atau tidak," tegasnya

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut