2 Hal yang Harus Diperhatikan Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Ketua PPIH Arab Saudi, Arsad Hidayat
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Hingga Senin kemarin, 25 Juli 2022 total sebanyak 14.707 jemaah haji Indonesia dari 38 kloter gelombang dua sudah tiba di Madinah. Mereka akan melaksanakan ibadah Arbain sebelum akhirnya pulang ke tanah Air.

Laksanakan Ibadah Haji Tanpa Izin Kena Denda Rp208 Juta

Pergerakan jemaah gelombang kedua menuju Madinah daru Mekah sudah dimulai sejak Kamis pekan lalu 21 Juli 2022. Ada dua hal yang menjadi fokus perhatian Ketua PPIH Arab Saudi, Arsad Hidayat.

"Pertama, jemaah diminta tetap melakukan prokes (protokol kesehatan), karena walaupun Saudi sudah kondisi normal, untuk antisipasi kalau ada hal yang tidak diinginkan, kita jagalah, lebih bagus jaga dari pada mengobati," kata Arsad kepada Tim MCH.

Jumlah Jemaah Haji Lansia 2024 Besar, Stafsus Menag Dorong Petugas Agar Totalitas

Selain itu, jemaah juga diminta untuk menyesuaikan kondisi kesehatannya dengan ibadah-ibadah sunnah yang akan mereka lakukan. Menurutnya, jangan sampai jemaah abai dengan kesehatan mereka.

"Kedua, berkaitan dengan mengukur kondisi kesehatan masing-masing jemaah, bahwa ibadah-badah yang dilaksanakan menyesuaikan kondisi kesehatan masing-masing," kata Arsad. 

Pengumuman Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 1445 H Diundur, Catat Perubahannya

"Apalagi di Madinah jemaah sebenarnya hanya melakukan sunah Arbain. Kalau kondisinya tidak memungkinkan, menurut saya cukup sholat di hotel masing-masing, kecuali kalau kondisinya membaik, silakan ke masjid."

"Kemarin saya juga ke KKHI Madinah, ada beberapa jemaah pasca Armuzna kondisinya menurun, kemudian masuk Madinah pun langsung masuk KKHI. Kami sampaikan pada mereka, bapak ibu, ketika sembuh langsung kembali ke hotel, jangan lakukan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas ibadah."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya