Berharap Produk Lokal Kuasai Kebutuhan Konsumsi Jemaah Haji Indonesia

Suasana dapur katering haji Indonesia di Bandara Jeddah
Suasana dapur katering haji Indonesia di Bandara Jeddah
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Indonesia, Subhan Cholid berharap pelaku usaha di Indonesia dapat mensuplai bahan baku di Arab Saudi. Sehingga nantinya Indonesia dapat optimal menyuplai konsumsi jemaah Indonesia dalam setiap musim haji.

Pernyataan ini disampaikan Subhan Cholid
saat mengunjungi dapur bandara di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa malam 26 Juli 2022. Subhan didampingi Kepala Daker Bandara, Haryanto Sapri dan Kasie Konsumsi Bandara, Fatmawati,

Menurut Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini, mengatakan, mayoritas bahan baku untuk menyiapkan konsumsi bagi jamaah Indonesia masih dari Arab Saudi. Sehingga dalam menyusun menu tentunya menyesuaikan kondisi pasar di Arab Saudi.

"Ini jadi peluang pasar bagi pelaku usaha Indonesia untuk dapat mensuplai bahan baku di Arab Saudi ini. Karena kita ingin menyajikan menu dalam spek yang sama dengan selera seluruh jemaah haji," ucapnya.

Cholid menambahkan, dalam menyediakan kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia di musim haji, diperlukan jumlah bahan baku yang cukup besar. Dengan kondisi 45 persen saja, dibutuhkan 92.825 sajian yang dikalikan dengan jumlah hari.

Untuk dapat mensuplai bahan baku di Arab Saudi ini, pelaku usaha dan produsen bahan baku harus dapat memenuhi standar-standar yang ditentukan pemerintah Arab Saudi, termasuk standar harga.

"Jadi untuk bisa dikonsumsi publik di Arab Saudi, harganya tentu bersaing," katanya.

Sementara dalam pelaksanaan ibadah  proses pemulangan jamaah hingga hari ke 11 ini atau sudah mencapai 70 persen operasional dari masa akhir pada 14 Agustus 2022, pihaknya ingin tetap memastikan layanan jamaah haji khususnya konsumsi terjaga kualitasnya.

"Kita sudah cek dapur di bandara ini terus menjaga kualitas nya dengan menggunakan bahan baku terbaik. Meski ada beberapa hal yang harus diperbaiki di tahun-tahun ke depannya agar jemaah bisa menikmati banyak produk Indonesia di Arab Saudi."

"Dari sekian produk, baru 1 produk yang benar-benar Indonesia sekali yakni Innako dan itu pun hanya makanan pendamping.  Kita juga sudah evaluasi ke jemaah, ternyata nusantara ini kemauannya berbeda-beda," ucap Cholid.