Kantongi Hasil Tes PCR Ferdy Sambo, Komnas Ham: Ini Akan Jadi Bukti

Komisoner Komnas HAM, M Choirul Anam
Komisoner Komnas HAM, M Choirul Anam
Sumber :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

VIVA Nasional – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), M Choirul Anam mengatakan pihaknya telah memperoleh dokumen hasil tes Polymerase Chain Reaction atau PCR yang menjadi alibi Irjen Ferdy Sambo saat kasus penembakan terjadi. Dia menyebut dokumen swab PCR itu penting untuk melengkapi cerita kasus tembak menembak yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J

"Nah tadi kita dikasih dokumen hasil PCR. Dokumen swab itu penting bagi komnas HAM, penting untuk melihat konstruksi peristiwa dan membuktikan semua sekuen-sekuen yang ada dalam konstruksi peristiwa," kata Anam dalam keterangannya di Komnas HAM, Selasa 2 Agustus 2022.

Pra Rekonstruksi di TKP Penembakan Brigadir J Digelar Tertutup.

Pra Rekonstruksi di TKP Penembakan Brigadir J Digelar Tertutup.

Photo :
  • VIVA/Anwar Sadat

Anam juga mengatakan bahwa konstruksi peristiwa dalam kasus tembak menembak itu salah satunya muncul terkait ada atau tidaknya PCR. Menurut Anam, mengenai dokumen hasil tes PCR itu menjadi salah satu alat bukti yang didalami Komnas HAM.

"Kan nggak mungkin kita menyatakan bahwa ini loh peristiwa nya tanpa dibarengi dengan berbagai sandingan-sandingan bukti yang lain, nah salah satu bukti itulah hasil PCR itu," tutur Anam.

Pentingnya Uji Balistik

Selain mengecek dokumen hasil tes PCR Irjen Ferdy Sambo, Anam juga mengungkapkan pentingnya proses Uji Balistik yang akan dilakukan untuk mengusut kasus ini. Menurutnya, dari uji balistik itu dapat diketahui senjata milik siapa yang digunakan untuk menembak Brigadir J