Polri Ungkap Peran Para Tersangka Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kabareskrim Komjen Agus dan Kavid Humas Polri Irjen Dedi
Kabareskrim Komjen Agus dan Kavid Humas Polri Irjen Dedi
Sumber :
  • VIVA / Yeni Lestari

VIVA Nasional - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menjadi salah satu tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Total, ada empat tersangka dalam kasus ini.

Empat Tersangka

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menyebut keempat tersangka itu ialah Bharada RE, Bripka RR, KM, dan Irjen FS. Agus kemudian menjelaskan peran para tersangka tersangka tersebut.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Photo :
  • VIVA / Yeni Lestari

"Bharada RE telah melakukan penembakan terhadap korban. Tersangka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan korban, KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban, Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak," kata Agus dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Selasa 9 Agustus 2022.

Baca juga: Bareskrim Tetapkan 4 Tersangka dalam Kasus Brigadir J

Pembunuhan Berencana

Sebelumnya diberitakan, tim Penyidik Mabes Polri menjerat Sambo dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Photo :
  • tvone

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka, menurut perannya masing-masing, penyidik menerapkan pasal 340 subsider pasal 338 junto pasal 55 dan 56 KUHP" Kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat konferensi pers kepada awak media di Gedung Mabes Polri, Selasa, 9 Agustus 2022.

Sambo dianggap telah sengaja menyuruh Bharada RE untuk melakukan pembunuhan kepada ajudannya Brigadir J dan menyuruh sejumlah tersangka lainnya untuk membantu merekayasa kejadian kematian Brigadir J. Maka dari itu, Polisi menganggap apa yang dilakukan oleh Sambo telah memenuhi pasal 340 KUHP.

"Irjen pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di komplek Polri Duren Tiga," kata Agus.

Pasal 340 KUHP merupakan pidana untuk seseorang yang melakukan pembunuhan dengan terlebih dahulu melakukan perencanaan. Pasal 340 KUHP ini tertuang dalam BAB XIX tentang Kejahatan terhadap nyawa atau pembunuhan berencana.

“Penyidik menerapkan pasal 340 subsider pasal 338 junto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus.