Mahfud MD Sebut Bharada E Bisa Saja Bebas

Menko Polhukam Mahfud MD.
Menko Polhukam Mahfud MD.
Sumber :
  • Instagram Mahfud MD @mohmahfudmd

VIVA Nasional – Menteri Politik, Hukum, dan Kemanan, Mahfud MD mengatakan, bukan tidak mungkin Bharada Richard Eliezer alias Bharada E bisa bebas dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Apalagi sekarang Bhrada E jadi justice collaborator untuk membantu pengungkapan kasus ini. Seperti diketahui, Bharada E ternyata menembak Brigadir J karena disuruh. Hal itu diungkap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kata Listyo, yang memerintahkannya Bharada E untuk menembak Brigadir J adalah eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo.

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Photo :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp

"Mungkin saja jika dia (Bharada E) diperintah (Menembak Brigadir J) bisa saja dia bebas," ucap Mahfud kepada wartawan, Selasa, 9 Agustus 2022.

Kalau Mahfud berkata kemungkinan Bharada E bisa saja lolos dalam kasus ini, tidak dengan sosok yang jadi dalang dibalik kasus. Namun, dia tidak menyebut nama Sambo sebagai dalang dibalik kasus ini.

"Tapi pelaku dan instrukturnya dalam kasus ini rasanya tidak bisa bebas," kata dia lagi.

Sebagai informasi, Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Sebelumnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yiatu Bharada E, Brigadir J dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo berinisial KM.

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Photo :
  • VIVA / Rahmat Fatahillah Ilham

Aksi penembakan terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu. Dalam insiden ini, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat tewas karena luka tembak.