Ayah Brigadir J: Pintu Maaf Terbuka tapi Hukum Tetap Berjalan

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.
Sumber :
  • Syarifuddin Nasution/ VIVA.

VIVA Nasional – Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Sebelumnya, tiga orang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut yaitu Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka RR dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo yang berinisial KM. 

Setelah Polri mengungkap para tersangka, Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J, sangat membuka pintu maaf kepada para tersangka. 

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Photo :
  • VIVA/ Syarifuddin Nasution.

"Kita selaku manusia, apalagi di negara Indonesia ini memeluk agama masing-masing, pintu maaf tetap terbuka namun hukum tetap berjalan," ujarnya.

Samuel mengatakan, ada hukum tentunya dijalankan di Indonesia sesuai apa yang diperbuat para tersangka. "Hukum dengan seadil-adilnya para pelaku dan transparan," ujarnya, Rabu, 10 Agustus 2022. 

Dia menambahkan, "Hal yang belum ditemukan yaitu motifnya apa, jadi kita pihak keluarga J sabar menunggu dan saat ini tim khusus sedang bekerja keras untuk mengungkap para pelaku lainnya."

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Photo :
  • tvone

Samuel berpesan kepada Irjen Ferdy Sambo kiranya terus terang kepada penyidik apa motif kejadian. 

"Kita pihak keluarga tidak menyangka kejadian di Duren Tiga, Jakarta Selatan karena almarhum Brigadir J tidak pernah bercerita yang pahit dan selalu cerita yang enak keadaannya di rumah Ferdy Sambo," ujarnya.

Samuel juga berpesan kepada istri Irjen Ferdy Sambo jangan selalu sembunyi di balik layar dan harus tampil ke layar, jangan menyembunyikan diri, dan jujur terhadap penyidik. 

"Keluarga besar kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik dan tim lawyer untuk mengawal semua permasalahan ini dan kiranya hukum dijalankan se adil-adilnya di negara Indonesia, jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah," katanya.